Pikiran Rakyat
USD Jual 14.365,00 Beli 14.065,00 | Berawan, 19.7 ° C

ITB dan Lima Perguruan Tinggi Negeri Lain Riset Mobil Listrik Mandiri

Dhita Seftiawan
Mahasiswa menumpang mobil listrik di kampus Universitas Malang (UM) Jawa Timur, Jumat 19 Oktober 2018.*
Mahasiswa menumpang mobil listrik di kampus Universitas Malang (UM) Jawa Timur, Jumat 19 Oktober 2018.*

JAKARTA, (PR).- Sebanyak enam perguruan tinggi negeri (PTN), yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh November bekerja sama melakukan riset mobil listrik nasional secara mandiri. RIset tersebut dimandatkan langsung oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, proyek mobil listrik nasional harus jadi pemantik bagi para peneliti dan perguruan tinggi untuk melakukan riset terkait moda transportasi masa depan. Menurut dia, dengan dukungan pemerintah dan kalangan industri, sumber daya manusia Indonesia memiliki kemampuan setara dengan peneliti luar negeri.

Ia menegaskan, Kemenristekdikti akan memfasilitasi keenam PTN tersebut untuk mengembangkan kendaraan bertenaga listrik yang bisa diproduksi massal. Saat ini, proyek tersebut masih dalam studi komprehensif ketenagalistrikan tahap pertama yang melibatkan akademisi dari PTN dan industri otomotif.

“Kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi ini diharapkan dapat berjalan terus, agar selalu ada hasil penelitian baru sehingga menghasilkan produk Indonesia yang berkualitas. Penggunaan mobil listrik di masa depan akan menghemat penggunaan energi dan lebih efisien,” kata Nasir di Jakarta, Selasa, 6 November 2018.

Ia menuturkan, dalam hasil studi tahap pertama disimpulkan, penggunaan mobil listrik baik jenis hybrid atau plug in hybrid lebih efisien dan hemat. Terutama jika dibandingkan dengan menggunakan kendaraan bukan elektrik atau jenis internal combustion engine. 

Dorong teknologi otomotif ramah lingkungan



Menurut dia, penggunaan mobil listrik jenis hybrid bisa menghemat energi hingga 50%. Sedangkan untuk jenis mobil listrik plug in hybrid penghematan energi mampu mencapai 75-80%. Riset mobil listrik nasional merupakan 1 dari 10 bidang strategis rencana induk riset nasional (RIRN).

“Salah satunya adalah riset mengenai transportasi dan energi baru terbarukan. RIset ke depan harus memiliki arah yang jelas dan menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Riset berbasis hasil dan peneliti tidak dibebani laporan administrasi yang selama ini sering dikeluhkan,” ujarnya. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menambahkan, saat ini, pemerintah berupaya mendorong pemanfaatan teknologi otomotif ramah lingkungan melalui program LCEV (Low Carbon Emission Vehicle). Program tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2025.

Ia menuturkan, selain melibatkan enam PTN, Kemenperin juga menggandeng Toyota Indonesia untuk bersama melakukan riset dan studi secara komprehensif tentang penahapan teknologi electrified vehicle di dalam negeri. Sebagai salah satu sektor andalan di dalam Roadmap Making Indonesia 4.0, Airlangga berharap industri otomotif nasional dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor. 

“Baik internal combustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV) untuk pasar domestik maupun ekspor. Nanti hasil studi akan menjadi masukkan bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik.  Sehingga target 20% untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (LCEV) di 2025 dapat tercapai” ucapnya.***

Bagikan: