Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28.7 ° C

Mohamad Nasir Akan Evaluasi Proses Pemilihan Rektor Unpad

Catur Ratna Wulandari
MENTERI Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik lndonesia M Nasir (kanan), meninjau lndustri Katalis Pendidikan (Catalyst Teaching Industry) di Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis, Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Kamis, 11 Oktober 2018. TRK ITB didanai oleh BPDP KS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), melakukan inovasi katalis untuk memproduksi bensin dan bahan kimia dari minyak kelapa sawit. Kini, hampir seluruh penelitian yang dilaksanakan di TRK ITB berorientasi pada usaha-usaha komersialisasi.*
MENTERI Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik lndonesia M Nasir (kanan), meninjau lndustri Katalis Pendidikan (Catalyst Teaching Industry) di Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis, Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Kamis, 11 Oktober 2018. TRK ITB didanai oleh BPDP KS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), melakukan inovasi katalis untuk memproduksi bensin dan bahan kimia dari minyak kelapa sawit. Kini, hampir seluruh penelitian yang dilaksanakan di TRK ITB berorientasi pada usaha-usaha komersialisasi.*

BANDUNG, (PR).- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir akan melakukan evaluasi pada proses Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran periode 2009-2024 sebelum menggunakan hak pilihnya.  Ia ingin memastikan semua proses pemilihan dilakukan sesuai aturan.

"Pemilihan rektor (Unpad) harus kita evaluasi dulu. Sebelum kita melakukan proses pemilihan, kita ingin cek dalam proses pemilihan 3 besar ini apakah sudah melewati proses yang benar," kata Nasir ditemui setelah meresmikan Industri-Katalis Pendidikan di Institut Teknologi Bandung, Kamis 11 Oktober 2018.

Ia menegaskan, jika semua proses pemilihan itu dilakukan dengan benar, barulah proses pemilihan ini dilanjutkan ke tahap selanjunya yaitu pemilihan dan penetapan Rektor Unpad periode 2009-2024.



Ia mengatakan, pihak-pihak manapun bisa memberi masukan terkait pemeilihan rektor ini. Namun ia menekankan, semua masukan itu harus disampaikan sesuai dengan prosedur. 

Saat ditanya masukan apa saja yang sudah diterima? Ia belum memberi kepastian. "Ini masih masuk dalam tim," jawabnya. 

Sebelumnya, MWA telah menetapkan tiga nama calon Rektor Unpad perioade 2019-2024. Mereka ialah Aldrin Herwany (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Atip Latipulhayat (Fakultas Hukum), dan Obsatar Sinaga (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).

Ketiga calon rektor pada 27 Oktober 2018 akan memaparkan gagsannya di depan Sidang Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA). Kemudian akan dilanjutkan dengan sidang tertutup MWA untuk memilih dan menetapkan Rektor Unpad 2019-2024. 

Setelah Unpad berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), pemilihan rektor dilakukan oleh MWA. Dari 17 anggota MWA, 15 di antaranya mempunyai hak suara, 2 anggota yang tidak mempunyai hak pilih ialah Rektor dan Ketua Senat Akademik. Dalam pemilihan ini, suara Menristekdikti mempunya 35% suara atau setara dengan 6 atau 7 suara.***

Bagikan: