Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Prodi STEM Masih Jadi Tumpuan Pemerintah Tingkatkan SDM Indonesia

Dhita Seftiawan
SEJUMLAH mahasiswa baru angkatan 2018 mengikuti Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) di area Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Kamis 16 Agustus 2018. Acara tersebut merupakan program rutin tahunan bagi mahasiswa baru yang salah satu mengenalkan elemen ITB dan Trisakti Soekarno.*
SEJUMLAH mahasiswa baru angkatan 2018 mengikuti Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) di area Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Kamis 16 Agustus 2018. Acara tersebut merupakan program rutin tahunan bagi mahasiswa baru yang salah satu mengenalkan elemen ITB dan Trisakti Soekarno.*

JAKARTA, (PR).- Program studi science, technology, enggineering, mathematics (STEM) menjadi tumpuan pemerintah dalam upaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Prodi STEM berperan strategis dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nasional.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, jika pengelolaan STEM tak berjalan dengan baik, maka bonus demografi 2030 akan menimbulkan malapetaka. Serapan angkatan kerja lulusan perguruan tinggi akan semakin tertinggal dibandingkan dengan lulusan SMA/SMK sederajat. 

Menurut dia, semua perguruan tinggi didorong untuk membuka dan memperbaiki mutu prodi STEM. Para lulusan STEM diharapkan tidak hanya menjadi pekerja yang berdaya saing global, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan. Ia menegaskan, Kemenristekdikti membuka peluang sebesar-besarnya bagi perguruan tinggi yang berminat membuka prodi STEM.

“Pada era revolusi industri 4.0, masa depan bangsa Indonesia bertumpu kepada mutu anak muda penerus bangsa. Kreativitas dan inovasi dari anak muda akan melahirkan berbagai sumber ekonomi baru yang akan menjadi motor penggerak ekonomi bangsa. Prodi STEM sangat relevan dengan kebutuhan tersebut,” ujar Nasir pada acara wisuda Institut Teknologi Del, Sitoluama, Toba Samosir, Sumatera Utara, Sabtu 8 September 2018.

Ia mencontohkan, para lulusan teknik informatika terbukti mampu membangun beragam start up. Menurut dia, model bisnis masa depan seperti itu hanya terpikir dan direalisasikan oleh anak muda. Ia menegaskan, jika SDGs tercapai, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia akan menjadi kekuatan ekonomi ke-4 dunia pada 2050.

“Diperkirakan pada tahun 2030, GDP Indoensia akan pada urutan ke-7 di dunia, dan pada tahun 2050 pada urutan ke-4, hal ini karena apa ? karena Sustainable Development Goals Indonesia. Oleh karena itu angkatan kerja Indonesia harus dikelola dengan baik. Lulusan STEM akan sangat berperan dalam persaingan masa depan,” ucapnya.

Prodi STEM berkembang mengikuti zaman



Ia menyatakan, prodi STEM berkembang mengikuti perubahan zaman. Para lulusannya harus mampu mencari peluang-peluang baru dalam dunia kerja. Ia berharap, STEM menjadi bidang ilmu yang populer dan minat anak-anak Indonesia pada bidang ilmu ini meningkat. 

"Lulusan IT Del harus ber-mindset "positif work habit", mampu berkomunikasi dengan baik dan giat membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Karena bidang inilah yang akan menyokong ekonomi Indonesia kedepannya," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sekaligus Ketua Pembina Yayasan Del mengklaim, Institut Teknologi Del merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang siap menyongsong tantangan revolusi industri 4.0. “Salah satu program studi pertama yang didirikan di IT Del adalah prodi Teknologi Informatika. IT Del telah melakukan banyak kerjasama dengan dunia Industri agar lulusannya dapat sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," ujar Luhut.

Ia menuturkan, lulusan IT Del memiliki tiga hal mendasar yakni kecerdasan, karakter dan kesehatan yang baik. “Anda akan menjadi bagian dari perubahan Indonesia di masa depan jika mampu menjaga tiga hal mendasar tadi,” katanya kepada para lulusan.***

Bagikan: