Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 25.5 ° C

2019, Informatika Akan Jadi Mata Pelajaran Utama di SMP dan SMA

Dhita Seftiawan

JAKARTA, (PR).- Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan kembali menjadi mata palajaran (Mapel) utama untuk jenjang SMP dan SMA. Selama ini, TIK hanya bagian dari materi mata pelajaran muatan lokal atau keterampilan. Mapel TIK akan berganti nama jadi Informatika dan diterapkan pada tahun ajaran 2019.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Awalludin Tjalla mengatakan, mengembalikan TIK menjadi mata pelajaran merupakan bagian dari langkah strategis Kemendikbud dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Mapel Informatika menjadi ilmu yang wajib dikuasi para pelajar di pendidikan dasar dan menengah.

Ia menjelaskan, konsep mapel Informatika berbeda dengan pendidian TIK meskipun ada beberapa hal yang diadaptasi. Mapel Informatika tidak hanya mempelajari beragam perangkat lunak komputer, tetapi juga memecahkan masalah dan membuat aplikasi dengan berpikir kritis.

“Siswa dituntut berpikir komputasional dengan mempelajari beragam disiplin ilmu. Baik informatika atau noninformatika. Produk TIK untuk menunjang pembelajaran dan tugas sehari-hari itu masih perlu dijalankan sebagai bagian dari program literasi digital yang sudah dijalankan,” kata Tjalla di Jakarta, Senin, 3 September 2018.

Ia menuturkan, mapel Informatika mencakup lima materi yang bakal menunjang kompetensi siswa di era revolusi industri 4.0. Yakni,  teknik komputer, jaringan komputer/internet, analisis data, dampak sosial informatika, dan programming. “Mapel Informatika sesuai dengan kebutuhan masa depan anak bangsa,” katanya.

Desakan untuk mengembalikan TIK menjadi mapel terjadi sejak awal tahun ini. Ikatan Guru TIK Persatuan Guru Republik Indonesia menyesalkan langkah Kemendikbud yang menghapus TIK dari Mapel utama. Selain merugikan siswa, dampak dari penghapusan tersebut juga mengubah fungsi dari para guru TIK dari guru menjadi tenaga kependidikan. 

“Sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen, pasal 1 yang menyebutkan guru harus merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, hingga penilaian. Apalagi saat ini zaman sudah berubah, semua dilakukan serba online, termasuk metode belajar. Sekitar 98 persen guru TIK ingin kembali menjadi mata pelajaran. Jumlah guru TIK mencapai 30.818 orang,” kata Sekretaris Jenderal IGTIK PGRI Wijaya Kusumah Wijaya Kusumah.

Belum Siap Serentak



Pengamat Pendidikan dari Eduspec Indonesia Indra Charismiadji menilai, kembalinya TIK menjadi mapel tak akan berjalan mulus dan tak bisa serentak di semua sekolah. Pemerintah harus membangun sarana dan prasarana pendukung terlebih dahulu. Menurut dia, hanya sekolah yang berada di kota besar yang kemungkinan langsung siap menggelar mapel Informatika.

“Sambil menyiapkan sarana dan prasarana, juga tenaga pendidik yang mengampu mata pelajaran tersebut. Secara konsep, masuknya Informatika ke dalam kurikulum sudah siap. Namun ada keraguan dari pihak Kemendikbud terkait kesiapan sekolah itu sendiri. Terutama dari sisi sarana dan prasarana komputer, dan kesiapan gurunya,” kata Indra.

Ia mengatakan, selama ini, untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) saja, sebagian sekolah masih harus menumpang ke sekolah lain. Menurut dia, kompetensi guru Informatika juga harus ditingkatkan terlebih dahulu melalui beragam pelatihan.

“Gurunya juga harus belajar dan mengembangkan diri. Karena sekarang sudah zamannya internet, guru yang tidak menguasai teknologi akan ditinggalkan. Jadi kemungkinan tidak wajib di semua sekolah dulu, sambil terus menyiapkan guru-gurunya agar mampu mengampu mata pelajaran ini,” ucapnya.***

Bagikan: