Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.505,00 | Berawan, 24.5 ° C

Generasi Milenial Berperan Jaga Persatuan

Catur Ratna Wulandari
MAHASISWA Universitas Pendidikan Indonesia mendeklarasikan antimenyontek, antiplagiarisme,antinarkoba, dan antiradikalisme pada acara Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (Mokaku) 2018 di Universitas Pendidikan Indonesia, Selasa, 28 Agustus 2018. Tahun ini UPI menerima 8.916 mahasiswa baru dari jenjang D3, S1, S2, dan S3.*

BANDUNG, (PR).- Internet telah membuat informasi mudah tersebar. Generasi milenial punya peran besar untuk menjaga persatuan bangsa.

"Generasi milenial harus memanfaatkan revolusi industri 4.0 untuk kemaslahatan orang banyak. Dengan internet tidak ada lagi batas-batas negara. Yang harus dikuatkan adalah kebersamaan. Komitmen bersama unity in diversity, menjaga Bhinneka Tunggal Ika," kata Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan, Kementerian Sekretariat Negara Dadan Wildan saat memberi kuliah umum pada Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (Mokaku) 2018 di Universitas Pendidikan Indonesia, Selasa, 28 Agustus 2018.

Ia mengatakan, generasi milenial harus mempunyai nasionalisme dan karakter yang kuat. Internet harus bisa menjadi alat untuk memperbaiki rasa kebangsaan, bukan justru memberi semangat untuk berperang. 

"Sekarang di internet kampret dan cebong berhadapan secara masif. Itu akan berbahaya untuk kehidupan berbangsa. Saat ini yang kita pentingkan ialah stabilitas nasional," tutur Dadan yang juga alumni UPI itu.

Ia mengatakan, setiap generasi milenial harus memegang prinsip berbangsa dan bernegara; religius, toleran, humanis, pluralis, nasionalis, indonesianis, demokratis, multikulturalis, berjiwa sosial, dan patriotis.

"Setiap orang harus menghormati perbedaan. Perbedaan pemikiran, gagasan, kepercayaan, ideologi, juga pilihan politik. Kita harus mendorong toleransi," katanya.

Rektor UPI Asep Kadarohman mengatakan, tahun ini UPI menerima 8.916 mahasiswa baru dari jenjang D3, S1, S2, dan S3. "Tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Sarjana sekitar 7.500-an. Tahun lalu hanya 6.450," katanya.

Tahun ini jumlah pendaftar UPI mencapai 133.210 orang. Dengan angka itu, satu kursi di UPI diperebutkan 12 orang.

Mahasiswa baru kali ini mendeklarasikan komitmen anti mencontek dan anti plagiarisme. Selain itu, mahasiswa juga mendeklarasikan anti narkoba dan radikalisme.

"Ini (narkoba dan radikalisme) dinamika yang cukup terasa. Ini sifatnya preventif, lebih baik daripada kuratif," ujarnya.

Asep berharap, mahasiswa baru bisa berkontribusi meningkatkan prestasi UPI baik di bidang akademik maupun nonakademik. Tahun ini, UPI berada di peringkat 13 perguruan tinggi terbaik versi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.***

Bagikan: