Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 21.1 ° C

Peminat PTS Turun, Unpas Justru Lampaui Target Jumlah Mahasiswa Baru

Catur Ratna Wulandari
REKTOR Universitas Pasundan Eddy Jusuf di Kampua IV Unpa Jalan Setiabudhi Kota Bandung, Jumat, 24 Agustus 2018.*

BANDUNG, (PR).- Di tengah menurunnya peminat perguruan tinggi swasta, jumlah mahasiswa baru yang diterima Universitas Pasundan tahun ini justru melampaui target. Jurusan film dan fotografi paling banyak diminati.

Rektor Unpas Eddy Jusuf menjelaskan, tahun ini jumlah pendaftar mencapai 9.311 orang. Sementara yang dinyatakan diterima sebanyak 4.080 orang.

"Padahal secara nasional, mahasiswa khususnya PTS agak susah. Itu terasa juga di Unpas pada awal pendaftaran sekitar Juni. Hanya seribuan yang daftar, setelah lewat Juni baru banyak," ujarnya ditemui di Kampus IV Unpas Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Jumat, 24 Agustus 2018.

Eddy mengatakan, ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab turunnya jumlah peminat PTS secara umum. Sekarang PTN membuka kampus-kampus di luar kampus utamanya.

PTN juga mempunyai banyak jalur penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, beberapa PTS kini berubah statusnya menjadi negeri. "Masyarakat sekarangkan masih negeri minded," ujarnya.

Padahal, sejak diberlakukan regulasi baru tak ada lagi dikotomi antara PTN dan PTS. Kopertis sudah berubah menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Lembaga ini tak hanya mengurusi PTS, tetapi juga PTN yang belum berbadan hukum.

Artinya tak ada lagi perbedaan antara PTN dan PTS. "Tinggal PTS berjuang memberikan layanan yang terbaik, sama-sama menuju perguruan tinggi bermutu," tutur Eddy. 

  

Eddy mengatakan, sebetulnya tahun ini Unpas hanya menargetkan 3.500 mahasiswa baru. "Tapi karena diperhatikan rasio dosen dan mahasiswa masih mencukupi, akhirya kami menerima sampai 4.080 mahasiswa," tuturnya.

Rasio mahasiswa dan dosen untuk jurusan eksakta 1:25 dengan toleransi hingga 1:30. Sementara untuk jurusan noneksakta rasionya 1:35 dengan toleransi sampai 1:40.

Unpas memberi apresiasi kepada pendaftar pertama di setiap fakultas. "Perwakilan tiap fakultas satu jadi ada 6 orang. Mereka akan mendapat cash back 20 persen," ujarnya.

Unpas pun telah menyiapkan fasilitas yang memadai untuk menampung mahasiswanya. Februari 2019 penambahan gedung di Jalan Tamansari menjadi delapan lantai rampung. Selain itu kampus di Jalan Lengkong juga ada penambahan gedung baru empat lantai.

Kebangkitan teknologi



Era kebangkitan teknologi tampaknya mempengaruhi minat mahasiswa terhadap jurusan yang dipilih. Tahun ini, peminat Fakultas Ilmu Seni dan Sastra melonjak hingga 150 persen dari tahun lalu. Film dan fotografi menjadi jurusan yang paling diminati.      

Eddy mengatakan, era kebangkitan industri 4.0 harus ditangkap dengan baik oleh kampus. Konsep pendidikan harus menyesuaikan diri dengan situasi terkini.Literasi big data, teknologi, dan humanis menjadi titik berat. Menurutnya, tak perlu membuat jurusan khusus untuk mewadahinya. Justru semua konsep baru itu harus masuk di semua jurusan yang ada saat ini. 

Tak hanya menambah jumlah mahasiswa, Unpas menaruh perhatian pada peningkatan kualitas. Tahun ini peringkat Unpas di dunia menurut Webometrics melonjak dari peringkat 10.500 dunia menjadi peringkat 4.553. Sementara berdasarkan peringkat perguruan tinggi nonvokasi Kemenristekdikti berada pada peringkat 10 besar untuk PTS di Jabar dan Banten. 

"Kami mendorong pada dosen dan peneliti untuk terus meningkatkan prestasi karena hasilnya signifikan untuk posisi Unpas," katanya.***

Bagikan: