Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 19.6 ° C

Cegah Plagiarisme, Skripsi Mahasiswa Unisba Dipublikasikan Lewat SPeSIA

Catur Ratna Wulandari

BANDUNG, (PR).- Publikasi artikel ilmiah menjadi salah satu upaya untuk mencegah plagiarisme oleh mahasiswa. Sebanyak 1.214  artikel ilmiah yang merupakn skripsi mahasiswa program sarjana Universitas Islam Bandung (Unisba) dipublikasikan dalam Seminar Penelitian Sivitas Akademika Mahasiswa (SPeSIA) 2018.

Dari 1214 buah artikel ilmiah yang dipublikasikan berasal dari Fakultas Syariah sebanyak 115 buah, Dakwah/KPI (10), Tarbiyah & Keguruan (47), Hukum (82), Psikologi (128), MIPA (153), Teknik (127), Ekonomi dan Bisnis (186), dan Fakultas Ilmu Komunikasi (178), Fakultas Kedokteran sebanyak 183 artikel.

Ketua Pelaksana SPeSIA Unisba 2018 Dadi Ahmadi mengatakan, Unisba sudah melakanakan aturan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang mewajibkan calon wisudawan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal, konferensi ilmiah, maupun prosiding.

“Tahun ini ada 1.400 mahasiswa yang mendaftar wisuda. Dari jumlah itu, yang ikut SPeSIA 1.214 mahasiswa, sisanya dipublikasikan di tempat lain. Ada yang di jurnal dan lainnya. SPeSIA ini untuk memfasilitasi mahasiswa yang tidak bisa mempublikasikan skripsinya ke jurnal,” kata Dadi ditemui usai penutupan SPeSIA di Aula Unisba, Jalan Tamansari Kota Bandung, Selasa, 14 Agustus 2018.

Dengan publikasi ini, penelitian mahasiswa lebih teruji dan terpublikasi. Semua artikel ilmiah ini akan dipublikasikan daring.

“Kami akan memeriksa semua karya yang dipublikasikan ini. Kalau lebih dari 20 persen ada kesamaan dengan artikel lain maka tidak akan dipublikasikan,” ujarnya.

Dengan menggunakan perangkat lunak, semua makalah diperiksa apakah mengandung unsur paliarisme atau tidak. 

Selain itu, SPeSIA digelar untuk meningkatkan sitasi publikasi ilmiah sivitas akademika Unisba yang mendukung Science and Technologi Index (SINTA) Kemenristek Dikti. Sejak digelar tiga tahun lalu hingga saat ini, Unisba sudah mempublikasikan 6.148 artikel online yang terindeks Google Scholar. 

“Upaya inilah yang mengantarkan Unisba memperoleh peringkat 30 dari  4.446 perguruan tinggi di Indonesia versi SINTA,” ujar Dadi.

Hingga 12 Agustus 2018, Unisba memperoleh skor 361 dengan dosen sebanyak 339 yang sudah diverivikasi dan yang menghasilkan dokumen scopus sebanyak 79, sitasi scopus 183. Dokumen scholar sebanyak 5.633 dan yang tersitasi 10.384.

“Salah satu kontribusi SPeSIA adalah menghasilkan sitasi atau kutipan makalah online, yang dipublikasikan oleh Scopus,” kata Dadi.

Hadapi persaingan



Wakil Rektor I Unisba Harits Nu’man mengatakan, SPeSIA akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja intistusisi. Mahasiswa sebagai generasi milenial juga akan belajar bagaima menghadapi persaingan dengan lulusan perguruan tinggi lain. “Harapannya SPeSIA menjadi pembuka. Seminar nasional ini menjadi kesempatan anda untuk menjual konsep,” tuturnya.

Selain jumlah peserta yang terus meningkat, Harits berharap dibarengi dengan peningkatan kualitas penelitian. “Di SPeSIA ini ada cek plagiasi. Masalah ini sangat penting karena sebagai mahasiswa yang berkecimpung di dunia pendidikan hal tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu kejahatan akademik,” katanya.

Seperti tahun sebelumnya, dalam SPeSIA kali ini memilih pemakalah terbaik dari 10 fakultas. Masing-masing mendapat sertifikat dan hadiah uang sebsar Rp 1.500.000. Dari 10 pemakalah terbaik akan dipilih satu orang terbaik yang mendapat hadiah sebesar Rp 2.000.000. 

Karya berjudul Negosiasi KBRI Sofia dalam Upaya Meningkatkan Kerja Sama Bilateral antara Indonesia dengan Bulgaria (Studi Kasus Mengenai Kerja Sama Bilateral Bidang Sosial Budaya oleh KBRI Sofia, Bulgaria) yang ditulis oleh Mahesa Abby dari Fakultas Ilmu Komunikasi terpilih sebagai yang terbaik dari 10 karya terbaik yang terpilih tahun ini.***

Bagikan: