Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Berenang dan Memanah Segera Masuk Kurikulum Pramuka Purwakarta

Mochammad Iqbal Maulud
KETUA Kwarcab Pramuka Purwakarta Anne Ratna Mustika saat bersama anggota Pramuka Purwakarta beberapa waktu lalu.*
KETUA Kwarcab Pramuka Purwakarta Anne Ratna Mustika saat bersama anggota Pramuka Purwakarta beberapa waktu lalu.*

‎PURWAKARTA, (PR).- Ketua Kwarcab Pramuka Purwakarta Anne Ratna Mustika berencana memasukan kurikulum khusus bagi Pramuka. Rencananya kurikulum khusus ini adalah berenang dan memanah.

"Saya mencoba memasukan unsur sunnah yang diperintahkan Nabi saw, dengan pramuka. ‎Sebenarnya tuntutan sunnahnya tak hanya berenang dan memanah saja. Tetapi ada juga berkuda, namun biaya untuk berkuda nampaknya sedikit mahal. Tetapi bukan tidak mungkin untuk direalisasikan," kata Anne di kediamannya di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa 14 Agustus 2018.

Menurut Bupati Purwakarta terpilih itu pun, tidak ada salahnya memasukan kurikulum tersebut ke pramuka. Bahkan kurikulum ini justru telah dijalankan di Negara-negara lain. Seperti misalnya di Amerika Serikat.

"Di Amerika, pramuka dikenal dengan boy scout. Nah boyscout ini ternyata memiliki lencana khusus. Di antaranya 'archery' (memanah), 'horsemanship' (berkuda) dan 'swimming' (berenang). Tetapi mengapa tiga olah raga ini tidak dipopulerkan di Pramuka Indonesia," ujarnya.

‎Olah raga memanah ini lanjut Anne memerlukan busur dan anak panah. Ini bisa menjadi kesempatan para pengrajin UMKM yang ada di Purwakarta. Seperti diketahui pengrajin bambu dan kayu banyak bertebaran di Purwakarta. Semisal di Plered dan Wanayasa.

Sementara untuk berenang bisa bekerja sama dengan para pengusaha wahana wisata. Seperti di kawasan Jatiluhur, Wanayasa atau Pasawahan. Belum lagi kolam renang yang berada di hotel-hotel Purwakarta. "Kita juga kini punya Cikao Park kan yang sedang digandrungi anak-anak sekolah. Ini bisa juga menjadi faktor pendukung," katanya.

Sehingga kata Anne selain menjalankan sunnah Nabi, efeknya bisa menjalar ke mana-mana. "Masyarakat diuntungkan, fisik anggota pramuka terjaga dan para pengusaha ‎bisa mendapatkan tambahan penghasilan," katanya.

Berkuda masih dipertimbangkan



Lain halnya dengan berkuda, berkuda ini menurut Anne perlu persiapan matang. Meski ada para pemilik kuda di Purwakarta, tetapi ‎jumlahnya tak akan sebanding dengan banyaknya anggota pramuka. "Kita survei dulu di lapangan. Jika anggaran untuk pengadaan kuda itu cukup, maka bisa dipertimbangkan," ucapnya.

Selain itu lanjut Anne dengan tiga olah raga tersebut, bisa memperkuat fisik anggota pramuka. Khususnya anggota pramuka di Purwakarta yang semakin hari semakin banyak peminatnya. 

"Semakin prima fisik dari anggota pramuka ini maka akan semakin membantu masa depan para anggota. Siapa tahu akan banyak anggota pramuka yang nantinya menjadi aparat militer. Atau bahkan atlet," katanya.

Oleh karenanya Anne berharap realisasi dari cita-citanya ini bisa segera terwujud. Apalagi pramuka ini menjadi salah satu faktor pendukung pendidikan berkarakter yang selama ini menjadi 'trade mark' Kabupaten Purwakarta.***

Bagikan: