Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 31.8 ° C

Dosen Maranatha Unjuk Karya di Guangxi Normal University Tiongkok

Deni Yudiawan
PARA pengunjung menikmati lukisan karya dosen-dosen Program Studi Seni Rupa Murni, Universitas Kristen Maranatha pada pameran yang digelar di Guangxi Normal University (GXNU), Guilin, Tiongkok, 30 Mei 2018. Pameran akan digelar hingga 2 Juni 2018.*
PARA pengunjung menikmati lukisan karya dosen-dosen Program Studi Seni Rupa Murni, Universitas Kristen Maranatha pada pameran yang digelar di Guangxi Normal University (GXNU), Guilin, Tiongkok, 30 Mei 2018. Pameran akan digelar hingga 2 Juni 2018.*

GUILIN, (PR).- Lima dosen dari Program Studi Seni Rupa Murni, Universitas Kristen Maranatha Bandung, memenuhi undangan untuk berpameran di ruang galeri Guangxi Normal University (GXNU), Guilin, Tiongkok, 28 Mei-2 Juni 2018. Mereka yang berpameran adalah Ariesa Pandanwangi, Belinda Sukapura Dewi, Ismet Zaenal Effendi, Wawan Suryana, dan Heru Susanto.

Dalam rilis yang diterima "PR", Kamis 3 Mei 2018, suasana pembukaan pameran riuh dengan pengunjung pameran yang mengapresiasi karya-karya dosen dari Indonesia, Tiongkok, Jepang, dan Korea. Karya dari Seni Rupa Murni Universitas Kristen Maranatha dan Institut Seni Budaya Indonesia yang jadi perwakilan Indonesia dalam pameran tersebut diapresiasi positif oleh para pengunjung.

Belinda Sukapura Dewi, salah seorang peserta pameran dari Universitas Kristen Maranatha membawa angka dalam karya seni lukisnya. Lukisan berukuran 60x70 cm dipenuhi oleh angka yang saling bertumpuk. Konsep yang diusung ke dalam karyanya adalah bahwa manusia hidup tidak lepas dari angka. Dari angka kelahiran, manusia hidup dengan hitungan angka detak jantung hingga kematian semua berhubungan dengan angka.

Sementara Ariesa Pandanwangi menampilkan karya seni lukisnya yang berukuran 100x80 cm dengan mengusung tentang Nias hasil dari penelitiannya yang menjadi gagasan dalam proses penciptaan. Konsep yang diusungnya adalah tano niha dikenal dengan bumi yang bergoyang (karena kerapnya terguncang gempa), namun bumi Nias justru menjadi subur karena adanya permukaan bumi yang muncul menjadi daratan baru dan indah.

Dosen lain yang berpameran adalah Ismet Zaenal Effendi yang juga Ketua Program Studi Seni Rupa Murni yang mengusung mahkluk mitologi. Karyanya ini merupakan bagian dari proses penciptaan pada program doktoralnya yang sedang dijalaninya saat ini.

Sebelumnya, Ismet memang berupaya mendorong para dosennya untuk maju terus dan berkiprah di ruang publik sekaligus kerja sama antarbangsa. Pameran di Guilin adalah salah satu bentuknya.

Kerja sama antarnegara



Ada tiga hal penting yang diusung dalam kegiatan pameran ini. Pertama, pameran digelar rangka perayaan ulang tahun ke-30 Fakultas Fine Art GXNU. Kedua, gelaran itu merupakan perayaan international akademik. Terakhir, pameran itu merupakan kerja sama international karya kesenian ke-3 tahun 2018.

Cheng Bing, Dekan Fakultas Seni Rupa Guangxi Normal University, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pameran ini merupakan salah satu dari realisasi kerja sama dalam bidang budaya dengan empat negara. Harapannya, pameran ini menjadi jembatan budaya hubungan antarnegara yang dapat terus ditingkatkan.

Sementara Ismet Zaenal Effendi menyampaikan bahwa dosen-dosen Seni Rupa Murni Maranatha didorong terus untuk berkarya dan berkiprah di bidang seni rupa. Selain mempublikasikan hasil penelitiannya melalui jurnal ilmiah, mereka juga didorong untuk mengikuti event-event pameran baik di dalam maupun luar negeri.

"Bagaimanapun, kompetensi dosen seni rupa selain harus melakukan tridharma perguruan tinggi juga harus meningkatkan kompetensinya melalui kekaryaan dan pameran," katanya.

"Program Studi Seni Rupa Murni Maranatha saat ini telah berusia 11 tahun, dengan predikat akreditasi B. Selain dosen-dosennya yang kompeten dan berlatar pendidikan akademik linear di bidang seni rupa, juga memiliki fasilitas yang lengkap untuk menunjang proses pendidikan seni rupa untuk para mahasiswanya," kata Ismet.

Kerja sama antara Fine Art GXNU dan Seni Rupa Murni Universitas Kristen Maranatha sudah terjalin dengan baik sejak 2006 lalu. Khusus tahun ini, masih ada realisasi kerja sama lainnya dengan Jepang berupa kolaborasi pameran antardosen.***

Bagikan: