Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Sebulan Perjalanan, 2 Mahasiswi Unpar Berhasil Tiba di Puncak Everest

Miradin Syahbana Rizky
Deedee dan Hilda berfoto bersama sebelum mencapai puncak tertinggi di dunia Gunung Everest, pada Kamis 17 Mei 2018 pukul 5.50 waktu setempat atau 7.05 WIB. Untuk sampai ke puncak tertinggi dunia tersebut,  Wissemu memulai perjalanan pada 17 April 2018 atau tepat satu bulan lalu.*
Deedee dan Hilda berfoto bersama sebelum mencapai puncak tertinggi di dunia Gunung Everest, pada Kamis 17 Mei 2018 pukul 5.50 waktu setempat atau 7.05 WIB. Untuk sampai ke puncak tertinggi dunia tersebut, Wissemu memulai perjalanan pada 17 April 2018 atau tepat satu bulan lalu.*

KATHMANDU, (PR).- Dua srikandi yang tergabung dalam tim Wissemu Mahitala sukses menapakkan kaki di puncak Gunung Everest pada Kamis 17 Mei 2018 pukul 5.50 waktu setempat atau 7.05 WIB. Untuk sampai ke puncak tertinggi dunia tersebut,  Wissemu memulai perjalanan pada 17 April 2018 atau tepat satu bulan lalu.

Selama perjalanan ke Gunung Everest, tim memulainya dengan proses aklimatisasi (aktivitas adaptasi tubuh pada ketinggian tertentu) dari EBC (5.400 di atas permukaan laut) hingga Camp 1 (7.050 diatas permukaan laut). Setelah proses aklimatisasi tersebut, tim Wissemu melakukan proses pemulihan di Desa Zhaxizongxiang yang berada pada ketinggian 4.150 mdpl.

Pemulihan ini dilakukan sembari menunggu cuaca pendakian terbaik. Pada tanggal 11 Mei akhirnya semesta mendukung perjalanan tim, dengan cuaca yang cerah tim memulai pendakian selama enam hari dan akhirnya mencapai puncak Everest.

Kronologi perjalanan menuju puncak



Perjalanan menuju puncak di mulai dari Everest Base Camp Tibet (5.200 mdpl). Jalur yang dilalui sama dengan jalur saat proses aklimatisasi yaitu dari EBC menuju Intermediate Camp (IR)(5.800 mdpl), lalu bergerak menuju Advanced Base Camp (ABC) (6.400 mdpl) dan beristirahat sehari di ABC.

Setelah cukup mengisi tenaga untuk summit attempt, tim akhirnya bergerak menuju Camp 1 (7.050 mdpl), lalu keesokan harinya menuju Camp 2 (7.800 mdpl), dan pada tanggal 16 Mei 2018sampai di Camp 3 (8.271 mdpl).

Pada 16 Mei 2018 malam, setelah cukup beristirahat selama sekitar 7 jam, tim memulai summit push. Tim mengabarkan kepada Bandung sebelum memulai perjalanannya. Perjalanan dimulai dengan bergerak menuju First Step (8.501mdpl)-Mushroom Rock (8.549 mdpl)–Second Step (8.577 mdpl), dan Third Step (8.690 mdpl).

Perjalanan tersebut penuh dengan tebing bebatuan dan dengan cuaca yang berangin. Tantangan terakhir sebelum mencapai puncak adalah Summit Ridge (8.800 mdpl), jalan setapak dengan sisi kiri dan kanan jurang yang terjal. Pada pukul 05.50 waktu setempat akhirnya tim menapakkan kakinya di pun Puncak Everest (8.848 mdpl).

Dua srikandi bernama Deedee dan Hilda itu sebelumnya dilepas dari Bandara Soekarno Hatta pada Kamis, 29 Maret 2018 lalu. Dua orang mahasiswi yang masih terdaftar aktif di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini sebelumnya telah mengibarkan Bendera Merah Putih di enam puncak gunung tertinggi di enam lempeng benua lain.

Dengan pencapaian ini, kedua srikandi tersebut mencatatkan diri sebagai perempuan Indonesia dan perempuan asia tenggara pertama yang berhasil menyelesaikan missi seven summits. Pendakian menuju Puncak Gunung Everest akan menggenapi rangakaian ekspedisi Seven Summits yang telah dimulai sejak tahun 2014.

Awalnya kesulitan dana



Pendakian menuju puncak gunung tertinggi di dunia ini akan sangat sulit dilakukan. Meski perjalanan ini hampir terancam, tidak terealisasi karena permasalahan dana, berkat dukungan oleh Bank BRI sebagai sponsor utama, Multi Karya Asia Pasifik Raya (MKAPR), Universitas Katolik Parahyangan, sponsor pendukung dan seluruh warga Indonesia sehingga perjalananan ini dapat terealisasikan.

Seven Summits adalah rangkaian tujuh gunung tertinggi di tujuh lempeng benua (sering disalahartikan sebagai tujuh gunung tertinggi di dunia). Gunung-gunung tersebut adalah; Gunung Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua mewakili Lempeng Australasia,  Gunung Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia mewakili Lempeng Eropa.

Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania yang mewakili Lempeng Afrika, Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina yang mewakili Lempeng Amerika Selatan, Gunung Vinson Massif(4.892 mdpl) di Antartika yang mewakili Lempeng Antartika, Gunung Denali (6.190 mdpl) di Alaska yang mewakili Lempeng Amerika Utara dan Gunung Everest (8.848 mdpl) di Nepal yang mewakili Lempeng Asia.

Dan, Gunung Everest merupakan gunung ketujuh atau terakhir yang didaki oleh tim Wissemu dalam misi menyelesaikan trek Seven Summits. Sebelumnya tim Wissemu telah berhasil mendaki enam gunung tertinggi di enam lempeng benua berbeda yaitu: Gunung Carstensz Pyramid, Papua, (4.884 mdpl) pada 13 Agustus 2014.

Gunung Elbrus, Rusia, (5.642 mdpl) pada 15 Mei 2015, Gunung Kilimanjaro, Tanzania, (5.895 mdpl) pada 24 Mei 2015, Gunung Aconcagua, Argentina (6.962 mdpl) pada 30 Januari 2016, Gunung Vinson Massif, Antartika (4.892 mdpl) pada 5 Januari 2017, Gunung Denali, AS, (6.190 mdpl) pada 2 Juli 2017.***

Bagikan: