Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

1.000 Peserta SBMPTN 2018 di Jatinangor Gunakan Android

Dewiyatini
PESERTA menunggu dibagikannya lembar jawaban dan soal saat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2018 di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa 8 Mei 2018. Peserta SBMPTN 2018 di Panitia Lokal 34 Bandung berjumlah 56.069 orang yang memperebutkan 10.525 kursi.*
PESERTA menunggu dibagikannya lembar jawaban dan soal saat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2018 di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa 8 Mei 2018. Peserta SBMPTN 2018 di Panitia Lokal 34 Bandung berjumlah 56.069 orang yang memperebutkan 10.525 kursi.*

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 56.069 peserta SBMPTN 2018 terdaftar di panitia lokal 34-Bandung. Sebanyak 1.000 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri itu di antaranya mengikuti seleksi dengan menggunakan perangkat ponsel berbasiskan Android.

Menurut Wakil Ketua Panlok 34 Bandung, Arry Bainus, pelaksanaannya baru di Unpad Jatinangor. Pasalnya, ini baru tahap pengembangan. 

"Untuk awal disediakan kuota sebanyak 1.000 peserta,” ujarnya saat konferensi pelaksanaan SBMPTN di ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa 8 Mei 2018.

Arry menyebutkan, panitia tidak khawatir pengawasan untuk peserta yang menggunakan Android. Dari awal, kata Arry, peserta ujian berbasis Android sudah mengunduh aplikasi khusus sebelum mengikuti ujian SBMPTN 2018. Perangkat itu akan menjadi perangkat yang resmi yang digunakan saat ujian. 

Di dalam aplikasi itu pun terdapat kisi-kisi yang dapat dijadikan latihan oleh peserta sebelum ujian. Aplikasi itu pun sekaligus sebagai bagian sinkronisasi sebelum ujian.

Teknis penggunaan Android



Perangkat akan diverifikasi sebagai perangkat yang dapat digunakan untuk ujian SBMPTN 2018. Adapun perangkat yang bisa digunakan adalah untuk ponsel dimensi layar mulai dari 4,5 inci hingga 6,9 inci dan tablet mulai dari dimensi layar 7 inci. Perangkat harus memiliki sistem operasional Android Kitkat dengan kapasitas RAM di atas 1,5 GB untuk ponsel dan 1 GB untuk tablet.

Arry mengatakan, saat masuk ruang ujian, peserta diminta melepaskan kartu ponsel di perangkat masing-masing. Selanjutnya, para peserta masuk ke dalam jaringan koneksi internet terbatas

"Jadi nanti mereka terhubung ke aplikasi itu menggunakan jaringan wifi terbatas. Jadi, tidak bisa menerima apapun dari luar, termasuk juga semua aplikasi akan tertutup. Memang sistemnya dibuat seperti itu," ungkapnya.

Selama pengerjaan soal, kata dia, para peserta tidak bisa keluar dari aplikasi tersebut. Peserta baru bisa keluar dari aplikasi ketika seluruh soal sudah dikerjakan dan tersimpan sistem. Selain itu, soal yang dikerjakan tiap peserta berbeda-beda. Sehingga kemungkinan saling contek sangat kecil. 

Selain antisipasi melalui sistem, pengawas juga akan tetap memantau seperti jenis ujian lainnya baik cetak atau komputer. Sehingga, sambung dia, tindakan kecurangan bisa diminimalisasi semaksimal mungkin.

Dua tahun terakhir, ujian SBMPTN ada yang berbasiskan komputer. Untuk tahun ini, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) juga memanfaatkan Android sebagai medianya. 

Kuota penerimaan



Ketua Panlok Bandung Solehuddin didampingi Sekretaris Panlok Bandung, Asep Gana, menyebutkan bahwa total kapasitas mahasiswa yang diterima di 6 PTN di panlok Bandung mencapai 22.986 orang. Khusus untuk jalur SBMPTN sebanyak 10.525 orang.

UTBK di Panlok Bandung pada 2018, terdapat 2 jenis yaitu menggunakan desktop sebanyak 2.270 peserta dan 1.000 peserta dengan perangkat android. Tempat ujian terbagi dua yakni di Tasikmalaya sebanyak 4.000 peserta dan di Bandung 39.600 peserta.***

Bagikan: