Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 29.2 ° C

Bagus Muljadi, Mahasiswa Biasa yang Jadi Ilmuwan di Level Dunia

Gugum Rachmat Gumilar

Ilmuwan asal Indonesia juga bisa berbicara banyak di dunia internasional. Pasalnya, secara keilmuan, sebenarnya bisa bersaing dan sudah memadai. Tinggal kepercayaan diri yang belum dimiliki.

Itu pandangan seorang Bagus P Muljadi. Pria kelahiran Jakarta, 1 Maret 1983. Saat ini, ia menjabat sebagai Assistant Professor in Chemical and Environmental Engineering di University of Nottingham. Sebuah pencapaian luar biasa di usianya yang masih muda.

Bagus mengawali jenjang pendidikan tinggi dengan masuk Institut Teknologi Bandung di tahun 2001. Teknik Mesin menjadi program studi yang dia pilih. Tuntas di 2006, Bagus melanjutkan pendidikan di Taiwan. Di sana, gelar master dan Ph.D dia peroleh.

Setelah itu, dia melanjutkan karier akademiknya ke berbagai negara berbeda. Termasuk dengan mengikuti program post doctoral di Prancis dan Inggris. Sampai akhirnya sekarang menjabat di posisi ini.

"Saya tahu persis, Indonesia memiliki ilmuwan yang tak kalah dibandingkan kolega-kolega saya di luar negeri. University of Nottingham adalah salah satu yang terbesar di dunia, tapi saya sangat menghargai apa yang saya peroleh saat belajar di ITB," tutur Bagus saat mengunjungi Kantor Harian Umum Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat 4 Mei 2018.

Tak istimewa



Bagus mengaku, saat mengenyam pendidikan di ITB, dia bukanlah mahasiswa yang terlampau pandai. Itu menjadi barometer bahwa sebenarnya, rekan-rekan dia sesama sarjana, atau bahkan ilmuwan lain di Indonesia, sebenarnya bisa meraih pencapaian lebih baik. Menjadi ilmuwan di kancah dunia.

"Saya bukan mahasiswa cumlaude, saya juga lulus lebih lama dari seharusnya, saya biasa-biasa saja. Banyak teman-teman saya di ITB yang jauh lebih pintar dari saya. Tapi toh saya bisa menjadi salah satu profesor termuda di departmen saya," kata dia.

Dalam hal kepintaran dan penguasaan bidang keilmuan, para ilmuwan Indonesia sebenarnya bisa bersaing. Namun, kata Bagus, ada hal lain yang juga mesti dimiliki. Beberapa di antaranya adalah kepercayaan diri, ketangguhan, bahkan kenekatan.

"Orang Indonesia harus lebih percaya diri mengekspresikan dirinya sebagai ilmuwan yang kompeten di kancah konferensi di dunia, atau ketika membicarakan tentang risetnya. Selain kepintaran yang sudah dimiliki, tinggal percaya diri, nekat, dan berani ambil risiko," pungkas dia.***

Bagikan: