Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 26.2 ° C

Ada Tradisi Menginap di Sekolah Menjelang UNBK, Alasannya Mengharukan

Hendro Susilo Husodo

NGAMPRAH, (PR).- Sudah menjadi kebiasaan di SMA Negeri 1 Rongga, Kabupaten Bandung Barat, setiap kali ujian digelar, terdapat siswa yang menginap di sekolah. Pasalnya, sebagian siswa tersebut bertempat tinggal jauh dari sekolah dan memiliki kendala sarana transportasi.

Kepala SMAN 1 Negeri Rongga Dedi Suanda menyatakan, pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer kali ini sejumlah siswa telah menyatakan niatnya menginap di sekolah. Demi kelancaran mengikuti UNBK SMA pada Senin 9 April 2018, belasan siswa sudah datang ke sekolah sehari sebelumnya.

"Ada belasan anak peserta ujian yang rumahnya jauh mau menginap di sekolah. Soalnya, jarak tempuh dari rumah mereka ke sekolah itu bisa sampai dua jam, bahkan lebih. Sebagian anak yang rumahnya jauh dan tidak punya sepeda motor, biasa jalan kaki ke sekolah," kata Dedi, Minggu 8 April 2018.

Kalaupun punya sepeda motor, kata dia, kondisi jalan yang buruk menjadi permasalahan lain sehingga siswa SMAN 1 Rongga terbiasa menginap di sekolah ketika akan menghadapi ujian. Supaya mereka bisa berujian dengan baik, sekolah pun berupaya memfasilitasinya dengan menyediakan tempat hingga makanan.

Guna menguatkan mental para siswa peserta UNBK, pihak sekolah pun memberikan materi tambahan berupa pengajian selepas magrib dan subuh dengan pendampingan ustaz. Di samping siswa yang menginap di sekolah menjelang pelaksanaan ujian, Dedi menyatakan, terdapat pula siswa yang sehari-hari memang menginap di sekolah. 

"Kalau ditotalkan, siswa yang menginap di sekolah itu bisa mencapai sekitar 40 anak. Namun, untuk siswa yang ikut UNBK dan dia menginap di sekolah, jumlahnya ada 10 atau 11 anak," tuturnya. 

Dia menilai, kebiasaan siswa menginap di sekolah membawa dampak cukup positif bagi para siswa. Oleh karena itu, dia berharap aktivitas tersebut bisa diprogramkan. Apalagi, jika Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat turut serta memberikan bantuan. 

"Selama ini cukup lancar, tidak ada kendala. Mereka mengaku nyaman dan senang," tuturnya.

Terkait pelaksanaan UNBK, Dedi menyebutkan, ujian di SMAN 1 Rongga akan diikuti 108 peserta ditambah 26 peserta yang berasal dari sekolah lain. UNBK di SMAN 1 Rongga menggunakan dua ruangan dengan jumlah komputer 45 unit. "Komputer itu cukup untuk dua ruangan, yang aman dibagi menjadi tiga sesi ujian," katanya.***

Bagikan: