Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Soal dan Kunci Jawaban USBN Tersebar, Disdik akan Selidiki Titik Kebocoran

Dewiyatini

BANDUNG, (PR).- Dugaan penyebaran bocoran soal dan kunci jawaban terjadi melalui beberapa saluran. Ada yang menggunakan media sosial dan google drive.

Beberapa aduan yang masuk ke Dewan Pendidikan Jawa Barat (DPJB), berkaitan dengan persebaran dugaan soal Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) masih terus berlangsung.  “Malahan hampir untuk semua pelajaran dibagikan melalui media chatting seperti Line dan Whats app messenger,” ujar anggota DPJB Iwan Hermawan, belum lama ini.

Iwan mengatakan biasanya sejenis kunci jawaban USBN itu dicetak oleh siswa untuk diintip saat ujian. Namun, belum ada laporan dari sekolah yang menemukan aksi tersebut. Selain itu, DPJB juga menemukan berkas soal sejenis USBN di satu sekolah di Kota Bandung. Berkas tersebut diduga menjadi rujukan siswa saat mengikuti ujian. “Namun berkas itu ternyata tidak diperuntukkan bagi sekolah tersebut. Karena tiap wilayah diberikan paket soal yang berbeda,” ujarnya.

Iwan menyesalkan kejadian serupa berulang. Bahkan dengan metode persebaran yang hampir sama. Pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menyelidiki pelaku penyebaran soal tersebut. 

Sekretaris Dewan Pendidikan Jawa Barat Cecep Darmawan menyayangkan bila memang benar terjadi kebocoran soal. Menurut Cecep, seharusnya pola pendistribusian soal diubah.  “Pola pendistribusian tertutup akan mengurangi peluang terjadinya kebocoran soal. Sistem tersebut akan mengunci soal sehingga tidak bisa diakses oleh sembarang orang,” ujarnya. 

Cecep menilai, pola ujian berbasiskan komputer mampu mengurangi terjadinya kebocoran. Soal hanya bisa diakses saat siswa akan mengikuti ujian. Cecep juga menyarankan Disdik Jabar memberikan kisi-kisi soal dan menyerahkan pembuatan soal pada sekolahmembuat survey untuk mengukur ketercapaian dengan soal yang dibuat tersebut. Disdik Jabar dapat memilih sejumlah siswa untuk dijadikan sampling. Hasilnya nanti akan menunjukkan ketercapaiannya di beberapa kluster.

Lapor kecurangan



Sementara itu, dihubungi terpisah Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan pihaknya berkomitmen menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas di Jawa Barat. Pendidikan yang berkualitas itu mengedepankan kejujuran dalam prosesnya. Sehingga, ia berjanji akan menindak tegas persoalan kebocoran itu. 

Hadadi mengatakan cukup banyak laporan yang masuk melalui media sosial resmi terkait kecurangan di USBN. Beberapa laporan yang masuk menyebutkan penyebaran dilakukan melalui media chatting. Ada juga yang dapat mengunduh file di google drive. 

Setiap laporan yang masuk, kata Hadadi, menyebutkan nama sekolah di mana praktik itu terjadi. Saat ini, pihaknya, lanjut Hadadi terus mendata jenis dan lokasi kecurangan terjadi.  “Nantinya ini akan menjadi bahan investigasi tim USBN di Jawa Barat,” ujarnya.

Disinggung kota tempat praktik itu terjadi, Hadadi mengatakan sebagian besar laporan masuk dari Kota Bandung. Tapi itu tidak menunjukkan kebenaran terjadinya kebocoran. “Kami tetap menyelidikinya,” ucapnya.

Hadadi mendorong masyarakat untuk melaporkan kecurangan tersebut baik ke sekolah, kantor cabang dinas, dan Disdik Jabar. Saluran lainnya dapat dimanfaatkan media sosial dan email Disdik Jabar. Selain itu, dibuka juga layanan sms ke 08112233813 dengan format nama sekolah/mata pelajaran/jenis kebocoran/kronologis.***

Bagikan: