Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 29.2 ° C

Grandprix, Mahasiswa ITB yang Pecahkan Rekor Doktor Termuda

Siska Nirmala Puspitasari

JAKARTA, (PR).- Mahasiswa S-3 Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Grandprix Thomryes Marth Kadja menjadi sarjana doktor termuda di Indonesia. Gelar doktor tersebut secara resmi diraihnya pada usia 24 tahun, saat sidang tertutup 6 September lalu.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, capaian Grandprix yang mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan Indonesia lantaran prestasinya ini tercatat memecahkan rekor MURI sebagai pemegang gelar doktor termuda di Indonesia. Sidang terbukanya akan diselenggarakan pada Jumat, 11 September 2017.

Dengan capain tersebut, Grandprix berharap akademisi Indonesia dapat ikut terdorong untuk memajukan dunia penelitian yang dimotori oleh orang-orang muda Indonesia. "Jangan minder karena masih muda. Akan tetapi, justru (yang muda) yang harus menjadi contoh bagi orang lain," katanya dalam siaran persnya.

Selain itu, Grandprix juga berharap agar program-program beasiswa, seperti PMDSU dapat diteruskan eksistensinya. Lebih jauh lagi diperbesar skalanya untuk menjaring peneliti dan doktor Indonesia dengan kemampuan dan daya saing kualitas internasional.

Capaian Grandprix ini tidak lepas dari kerja keras dan keinginan yang kuat dalam meraih mimpi.

Diakui oleh pria yang telah menerbitkan sembilan publikasi ilmiah berskala nasional dan internasional ini bahwa jalannya selama masa penelitian-penelitian tidak selalu mulus. Ia melalui proses yang sulit dan memakan waktu menjadi kendala, kemudian ada instrumen analisis yang tidak tersedia atau hasil penelitian yang tidak sesuai ekspektasi.

Kendati demikian, kecintaannya pada bidangnya membuat dirinya tetap menjalani segala sesuatu, baik suka maupun duka, dengan senang hati.***

Bagikan: