Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Badai petir, 22.3 ° C

Pemimpin Dalam Islam Bukan untuk Pencitraan atau Aksesoris

Eriyanti Nurmala Dewi
GUBERNUR Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (tengah) didampingi Rektor ITB Hendarsyah (kanan) saat menyampaikan materi talkshow "Kepemimpinan di Dalam Islam" di Masjid Salman ITB, Jalan Ganesha Bandung, Minggu, 4 Juni 2017.*
GUBERNUR Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (tengah) didampingi Rektor ITB Hendarsyah (kanan) saat menyampaikan materi talkshow "Kepemimpinan di Dalam Islam" di Masjid Salman ITB, Jalan Ganesha Bandung, Minggu, 4 Juni 2017.*

BANDUNG, (PR),-Kepemimpinan di dalam Islam itu bukan struktural tetapi fungsional. Seorang pemimpin dalam Islam harus melayani (public serve) dan melakukan transformasi. Melayani dalam arti melayani semua rakyatnya, menemui mereka di mana pun berada. Bahkan bila mereka berada di tempat-tempat yang jauh dan tak terjangkau sekali pun. Sebab kepemimpinan di dalam Islam bukan untuk pencitraan, aksesoris, atau sekadar pelipur lara. Kepemimpinan di dalam Islam adalah menjalankan amanah Allah swt. Seorang pemimpin Islam akan tinggal di mana rakyatnya tinggal.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M. Zainul Majdi menyampaikan itu pada talkshow Inspirasi Ramadan (Irama), di Masjid Salman ITB, Jalan Ganesha Bandung, Minggu 4 Juni 2017. Zainul Majdi atau lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang atau TGB membagikan pengalamannya tentang kepemimpinan di dalam Islam. TGB merupakan satu dari empat kepala daerah di Indonesia yang hafiz Alquran dan memimpin daerah mengacu pada nilai-nilai Islam.

Menurutnya, kepemimpinan seperti yang dijabarkan tersebut dicontohkan Rasulullah saw. dan Khalifah Umar. "Rasulullah itu selalu berdialog dengan para pengikutnya. Begitu juga Khalifah Umar, saat utusan Persia mencarinya. Umar tidak ditemui di istana yang megah tetapi di bawah pohon kurma bersama tempat umatnya tinggal," kata TGB.

Harus melakukan transformasi



Dia juga menggarisbawahi bahwa poros umat itu harus dari masjid. Hal itu tercantum dalam QS Jumah yang menyebutkan, bila tiba waktu salat Jumat maka tinggalkan semua urusan dan transaksi profan, bersalatlah dan setelah shalat bertebaranlah di muka bumi. "Secara implisit ayat ini menunjukkan masjid menjadi poros umat. Tidak disebutkan harus ke mana dan sebagai apa umat tetapi bertebaranlah dan itu artinya berkiprahlah membangun peradaban," ujarnya.

Seorang pemimpin yang membangun peradaban, lanjut dia, tidak hanya melayani rakyat tetapi seluruh makhluk ciptaan Allah. Kalau dalam konsep nation state, kata dia, manusia itu menjadi "centrum" (pusat) tetapi dalam kepemimpinan Islam itu khairu ummah, seluruh mahluk ciptaan Allah harus mendapat perlakuan setara dan dimuliakan.

Namun demikian, melayani rakyat bukan berarti tunduk terhadap segala keinginan rakyat. Sebab pada saat bersamaan seorang pemimpin juga harus melakukan transformasi. Seperti dalam Qs Ibrahim yang menyebutkan tugas nabi itu memindahkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. "Inilah tugas pemimpin untuk melakukan perubahan," katanya.

Kendati demikian, sebuah perubahan itu tentu tidak serta merta diterima. Kaum yang berseteru itu akan selalu ada. Namun Rasulullah saw. menyandarkan seluruh kepemimpinanya kepada Allah swt. "Jadi ketika semua orang yang berargumen merasa benar, semua pendekatan buntu, dan tidak ada konklusi, maka kembalilah kepada Allah swt. Tidak ada masah apa pun yang terlepas dari spiritualitas," tandasnya.

TGB berkunjung



Usai memberikan ceramahnya di masjid Salman, TGB mengunjungi asrama mahasiswa asal NTB di Jalan Jalak Bandung. Pada kesempatan ini dia mengatakan, mahasiswa NTB yang bisa berkuliah di Bandung termasuk orang-orang yang beruntung. Manfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu guna memajukan NTB di masa mendatang.

Kota Bandung itu, kata dia, kota kreatif. Belajarlah kepada kota Bandung yang telah menjadi pusat kreativitas anak muda didukung kampus-kampus sebagai bagian dari pusat perubahan. "Saya tunggu nanti kalian membangun NTB di masa depan dengan belajar kepada Bandung," ujarnya.***

Bagikan: