Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Rektor UPI Prof. Furqon Meninggal Dunia

Catur Ratna Wulandari
Prof. Furqon, M.A. Ph.D.
Prof. Furqon, M.A. Ph.D.

BANDUNG, (PR).- Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Furqon meninggal dunia, Sabtu, 22 April 2017. Furqon meninggal pada usia 59 tahun.

Guru Besar sekaligus Kepala Pusat Kebijakan Publik, Inovasi Pendidikan, Pendidikan Kedamaian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat) UPI Cecep Darmawan menjelaskan, Furqon meninggal setelah bermain tenis lapangan. Sabtu sekitar pukul 08.00 WIB, Furqon membuka pertandingan persahabatan tenis antara UPI dengan salah satu bank. Furqon sempat memberi sambutan dan bercengkrama dengan koleganya.

Namun kemudian Furqon tampak seperti kehabisan napas. Teman-teman di lapangan sempat menolong, namun nadinya tak lagi berdenyut. Ia kemudian dilarikan ke RS Advent Bandung. "Di rumah sakit sudah dinyatakan meninggal dunia," kata Cecep dihubungi, Sabtu, 22 April. Furqon diperkirakan meninggal sekitar pukul 10.00 WIB. 

Diduga ia juga kelelahan, sebab sebelumnya ia baru tiba dari Yogyakarta. Jajaran pimpinan UPI dan para mantan rektor ikut mendatangi di RS Advent.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Rumah Dinas Rektor UPI, Jalan Gegerkalong Girang Kampus UPI Bandung. Setelah dimandikan, jenazah akan disalatkan di Masjid Al-Furqon UPI Bandung. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Cikutra.

Kiprah Furqon



Furqon lahir di Ciamis, 2 Oktober 1957. Furqon menjabat sebagai Rektor Upi sejak 2015. Sedianya masa jabatannya habis pada 2020 mendatang.

Sebelum menjabat sebagai Rektor UPI, Furqon menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2014-2015). Sebelum itu, ia menjabat sebagai Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Hubungan Internasional. 

Furqon menyelesaikan pendidikan S1 dari Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan IKIP Bandung pada 1982. Ia menyelesaikan pendidikan S2 di jurusan yang sama pada Ia mendapat gelar Ph.D dari University of Piitsburgh, Amerika Serikat. Pada 2006, ia dikukuhkan sebagai guru besar UPI.

"Ini kehilangan besar bagi UPI. Pak Furqon adalah tokoh nasional, saya kira bukan hanya UPI tapi juga Bangsa Indonesia kehilangan beliau," tuturnya.

Di bawah kepemimpinannya, UPI giat membangun kelembagaannya. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan penerusnya.

"Kami mohon doanya, semoga semua amal ibadahnya diterima," ujar Cecep.***

Bagikan: