Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian cerah, 30.7 ° C

Kuota Beasiswa ADIK 1.350 Kursi

Dhita Seftiawan
JAKARTA, (PR).- Pemerintah menyediakan sebanyak 1.350 kursi untuk calon mahasiswa dari daerah terluar, tertinggal, terdepan (3T) dan Papua serta Papua Barat untuk ditampung di 48 perguruan tinggi negeri dan 22 politeknik di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 750 kursi untuk mahasiswa daerah 3T dan 600 kursi khusus untuk warga Papua dan Papua Barat.

Sesuai dengan program Bidikmisi Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), mereka akan mendapat bantuan biaya sebesar Rp 6 juta per semester.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad menuturkan, seleksi penerimaan program ADik yang digelar serentak di 6 lokasi di Papua, 10 lokasi di Papua Barat dan 34 lokasi di daerah 3T diikuti sebanyak 4.675 orang. Menurut dia, program ini untuk mempercepat pemerataan pendidikan tinggi nasional.

“Pemerintah memberikan kesempatan kepada semua anak bangsa yang berprestasi akademik untuk memperoleh pendidikan tinggi di PTN unggulan. ADik menyiapkan sumber daya manusia Papua, Papua Barat dan daerah 3T yang berkualitas untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Mereka akan kuliah di PTN terbaik di Indonesia khususnya PTN di pulau Jawa,” kata Intan, di Jakarta, Kamis, 20 April 2017.

ADik merupakan program yang digagas sejak 2012 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini lahir sebagai solusi bagi warga miskin dan yang tinggal jauh dari pusat pendidikan tinggi nasional. “Mereka tidak mampu bersaing dengan siswa dari daerah lainnya melalui jalur SNMPTN-SBMPTN, sehingga mereka sama sekali tidak memiliki akses ke jenjang pendidikan tinggi, khususnya PTN,” katanya.

Program ADik semula difokuskan kepada siswa-siswa yang berasal dari Provinsi Papua dan Papua Barat. Mereka direkrut berdasarkan rekomendasi sekolah dengan melihat prestasi akademik.

Namun, pola perekrutan tersebut tak efektif karena setelah menjalani kuliah sebagian besar nilai akademik mahasiswa ADik sangat buruk. “Tahun 2013 kami melakukan perbaikan pola perekrutan melalui seleksi ujian tulis dan psikotes sebagaimana siswa reguler lainnya,” ujar Intan.***
Bagikan: