Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 21.2 ° C

Insinyur Profesi Paling Dibutuhkan

Dhita Seftiawan
DIRJEN Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti menjelaskan kebutuhan insinyur Indonesia dalam tiga tahun ke depan mencapai 142.000 orang, di FX Sudirman, Jakarta, Selasa 20 Desember 2016. Insinyur akan menjadi profesi paling dibutuhkan karena pemerintah memprioritaskan program pembangunan infrastruktur.*
DIRJEN Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti menjelaskan kebutuhan insinyur Indonesia dalam tiga tahun ke depan mencapai 142.000 orang, di FX Sudirman, Jakarta, Selasa 20 Desember 2016. Insinyur akan menjadi profesi paling dibutuhkan karena pemerintah memprioritaskan program pembangunan infrastruktur.*
JAKARTA, (PR).- Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti RI, Ali Ghufron Mukti mengatakan, insinyur akan menjadi profesi yang paling dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia. Pasalnya, pembangunan infrastruktur telah menjadi kebijakan prioritas dari Presiden RI, Joko Widodo.

Ia mengatakan, hingga tiga tahun ke depan, dibutuhkan tak kurang dari 142.000 insinyur. "Tahun 2017 butuh 12.000 insinyur, tahun 2018 butuh 34.000 insinyur dan tahun 2019 sekitar 96.000 insinyur," ucap Ghufron dalam diskusi bertema "Meningkatkan SDM dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan" di FX Sudirman, Jakarta, Selasa 20 Desember 2016.

Ia menyatakan, dengan kondisi seperti itu, perguruan tinggi akan didorong untuk membuka program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan. Menurut dia, saat ini, lulusan dari ilmu sosial jauh lebih banyak ketimbang eksakta. "Bukannya ilmu sosial tidak penting, tapi sudah terlalu banyak. Dan itu tak sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional," ujarnya.

Ia menyatakan, lulusan ilmu sosial sudah melebihi batas sekitar 50 persen dari kebutuhan. Sementara, ketersediaan lulusan teknik kekurangan 25 persen. "Eksisting dengan kebutuhan gapnya besar selali. Dengan pembuatan rencana induk perguruan tinggi hingga 2024, mudah-mudahan kekurangan dan kelebihan itu mulai seimbang," katanya.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia, Hermanto Dardak menyatakan, salah satu proyek infrastrukur yang sangat membutuhah SDM teknik adalah keingingan Jokowi untuk membuat tol laut. Menurut dia, selain pembangunan untuk menopang industri, insinyur juga sangat dibutuhkan untuk proyek pembangunan permukiman.

"Dengan melimpahnya SDM yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, ke depannya bisa mengurangi impor material bangunan seperti baja. Itu karena, kita sudah bisa bikin sendiri," ucapnya.***
Bagikan: