Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Cerah berawan, 31 ° C

50 Seniman dan Budayawan Dikirim Ke Selandia Baru

Siska Nirmala Puspitasari
DIREKTUR Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid bersama dengan Pro Vice Chancellor Auckland University of Technology Selandia Baru Nigel Hemmington sesuai penandatanganan kerjasama di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Rabu, 12 Oktober 2016.*
DIREKTUR Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid bersama dengan Pro Vice Chancellor Auckland University of Technology Selandia Baru Nigel Hemmington sesuai penandatanganan kerjasama di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Rabu, 12 Oktober 2016.*
NUSA DUA,(PR).- Sebanyak 50 pekerja seni dan budaya akan dikirim ke Selandia Baru. Mereka akan mengikuti program pengembangan seni dan budaya, yang merupakan kerjasama antara Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Auckland University of Technology (AUT) Selandia Baru.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid menuturkan dalam program tersebut pihak Selandia Baru akan memberikan pelatihan profesional terkait konservasi dan transmisi budaya dan seni. "Program ini mereka rancang untuk memastikan bagaimana pekerja seni dan budaya memastikan bahwa rasa memiliki, identitas dan perayaan keragaman budaya dan seni yang unik untuk Indonesia akan dilestarikan untuk generasi mendatang," ujarnya, Rabu, 2 Oktober 2016. Penandatanganan kerjasama dilakukan di sela-sela perhelatan World Culture Forum 2016 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.

Hilmar menjelaskan, ke-50 pekerja seni tersebut telah diseleksi secara terbuka. Mereka berasal dari berbagai sektor berbeda mulai dari sejarah, museum dan galeri, tari, teater, musik, literatur, film, hingga seni rupa.

Selama program, para pekerja seni dan budaya tersebut akan berada di Selandia Baru selama tiga minggu. Yakni mulai 14 November hingga 3 Desember 2016 mendatang.

Peserta akan diberikan pengalaman belajar termasuk bimbingan, seminar, sesi lokakarya, presentasi, tamu pembicara, kunjungan lapangan dan karyawisata untuk memahami keseluruhan seni dan kebijakan publik budaya di Selandia Baru. Selain itu juga pengalaman bagaimana Selandia Baru mempertahankan seni dan budaya mereka.

Program tersebut juga mencakup evaluasi kolaboratif paska keberangkatan yang akan dilakukan di Jakarta pada awal 2017.

"Pembentukan Program Pengembangan Seni & Budaya Selandia Baru merupakan kelanjutan dari hubungan bilateral yang kuat antara Indonesia dan Selandia Baru, khususnya di sektor pendidikan," ucap Hilmar.***
Bagikan: