Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 29.9 ° C

Isu Lingkungan Akan Dibahas di World Culture Forum 2016

Siska Nirmala Puspitasari
DIREKTUR Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid (kanan) saat konferensi pers di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin, 4 Oktober 2016. Isu lingkungan akan menjadi salah satu gal yang dibahas dalam World Culture Forum 2016 yang akan berlangsung di Bali pada 10-14 Oktober 2016 mendatang.***
DIREKTUR Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid (kanan) saat konferensi pers di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin, 4 Oktober 2016. Isu lingkungan akan menjadi salah satu gal yang dibahas dalam World Culture Forum 2016 yang akan berlangsung di Bali pada 10-14 Oktober 2016 mendatang.***
JAKARTA,(PR).- Komponen lingkungan hidup akan menjadi salah satu isu yang diangkat dalam World Culture Forum 2016. Ajang yang akan berlangsung pada 10-14 Oktober 2016 di Bali tersebut mengangkat tema 'Culture for an Inclusive Sustainable Planet'.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menuturkan permasalahan isu lingkungan hidup tidak bisa lepas dari kebudayaan. "Indonesia sebagai rumah kebudayaan yang luar biasa kaya, harus melihat budaya bukan semata warisan melainkan sebagai elemen dasar masa depan," tuturnya seusai konferensi pers World Culture Forum 2016, di Gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 4 Oktober 2016.

WCF 2016 akan diikuti sebanyak 1500 peserta dari 65 negara, dan dihadiri berbagai tokoh dunia serta menteri-menteri berbagai negara. Isu-isu yang dibahas dalam forum tersebut diantaranya adalah terkait air untuk kehidupan (water for life), serta rekonsiliasi pertumbuhan sosial-ekonomi serta etika lingkungan.

Hilmar menuturkan, dalam forum tersebut juga diagendakan kunjungan ke lapangan, dan keikutsertaan generasi muda. Menurut dia, kunjungan langsung ke lapangan merupakan bagian integral dari forum.

"Kesenian disini bukan sebagai dekorasi, tapi cara ekspresi. Begitu pula kunjungan ke lapangan, bukan pengisi waktu senggangm tapi sebagai cara peserta forum ini mengalami bersama apa yang dibicarakan dalam forum," tuturnya.

Dalam bagian pelaksanaan WCF juga digelar Youth Forum yang melibatkan 200 orang generasi muda. Ajang tersebut dilakukanuntuk memberikan ruang bagi generasi muda untuk melakukan diskusi dan mengekspresikan kebudayaan dari sudut pandang kaum muda. Hasil pembicaraan mereka di Youth Forum nantinya juga akan disampaikan kepada peserta lain dalam grand plenary WCF 2016.***
Bagikan: