Pikiran Rakyat
USD Jual 14.273,00 Beli 13.973,00 | Umumnya cerah, 23.2 ° C

Stres pada Guru Bisa Menular ke Siswa

KELELAHAN pada guru akan menimbulkan stres yang mengganggu anak-anak dan perilaku mereka dalam proses belajar. Studi terhadap hal itu termasuk pertama kali dilakukan untuk menguji kaitan antara kelelahan guru dan kadar kortisol pada anak-anak yang merupakan indikator biologis.

Dailymail melaporkan, para peneliti di Kanada mengumpulkan sampel air liur lebih dari 400 anak sekolah usia 9 sampai 13 tahun dan diuji kadar kortisolnya.

Mereka menemukan fakta, guru yang lebih berpengalaman lebih cepat terkena burnout (kelelahan emosional) akibat kadar kortisol siswa yang meningkat. Hal itu ada kaitannya dengan kesulitan belajar serta masalah kesehatan mental anak-anak.

Penulis utama dalam studi itu, Profesor Eva Oberle dari University of British Columbia mengatakan, "Hal itu menunjukkan mungkin terjadi penularan stres di dalam kelas antara siswa dan guru-guru mereka. Tidak dapat diketahui mana yang datang pertama, meningkatnya kortisol atau burnout pada guru. Kami menganggap hubungan antara siswa dan guru stres adalah masalah siklus di kelas."

Oberle mengatakan, sres di dalam kelas bisa menjadi pemicu guru agar dapat lebih maksimal menangani siswa.

“Stres bisa berasal dari siswa yang mungkin lebih menantang guru untuk mengajar dengan pertimbangan kecemasan, masalah perilaku, atau kebutuhan khusus. Dalam skenario ini, guru bisa merasa kewalahan dan akan mendapatkan tingkatan kelelehan emosional lebih tinggi,” kata Oberle.

Oleh karena itu, guru membutuhkan sumber daya yang memadai dan dukungan dalam pekerjaan mereka untuk menghadapi kelelahan dan mengurangi stres di dalam kelas.

"Jika kita tidak mendukung guru, kita berisiko memperoleh siswa yang gagal,” tuturnya.

Penemuan itu dipublikasikan dalam jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Kedokteran. (Wahyu Abdurohman)***
Bagikan: