Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Cerah berawan, 30 ° C

Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan yang Baru

Siska Nirmala Puspitasari
JAKARTA,(PRLM).- Aktivis dan sejarawan Hilmar Farid menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ia menggantikan Kacung Marijan, setelah resmi dilantik pada penghujung tahun 2015, yakni pada kamis (31/12/2015) di Gedung Kemendikbud, Jakarta.

Ini merupakan pertama kalinya posisi Direktur Jenderal dihuni oleh sosok yang berasal dari tataran nonpegawai kementrian. Hilmar Farid merupakan Ketua Perkumpulan Praxis sejak tahun 2012, yang meraih gelar Ph.D. bidang Studi Kebudayaan dari National University of Singapore, dan mendapat gelar Sarjana Sejarah Sastra Universitas Indonesia.

Ia juga merupakan pendiri Jaringan Kerja Budaya bersama sejumlah seniman, budayawan, dan peneliti Jakarta. Selain itu, dia pun aktif dalam Inter-Asia Cultural Studies Society, Asian Regional Exchange for new Alternatives (ARENA) serta gerakan kemanusiaaan di Indonesia dan Timor Leste.

enteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menuturkan, latar belakang Hilmar yang bukan berasal dari birokrat tersebut justru diharapkan dapat memberikan warna baru. Menurut dia, perlu banyak terobosan dalam mengurus Direktorat Jenderal Kebudayaan.

“Semoga ada terobosan dan pengembangan kebudayaan Indonesia dengan meneruskan apa yang sudah ada sebelumnya,” ucap Anies.

Selain Hilmar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan melantik 3 pejabat Eselon I dan Eselon II lainnya.

Mereka adalah Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dr. Arie Budhiman, MSi (staf Ahli Mendikbud bidang Pembangunan Karakter), dan Dr. Maman Wijaya (Kepala Pusat Pengembangan Perfilman). (Siska Nirmala/A-147)***
Bagikan: