Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 26.2 ° C

PGRI Berkomitmen Mencerdaskan Bangsa

Siska Nirmala Puspitasari
KETUA  Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo, bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Ketua DPD RI irman Gusman saat memberikan keterangan pers seusai acara HUT PGRI ke-70 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/12/2015).*
KETUA Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo, bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Ketua DPD RI irman Gusman saat memberikan keterangan pers seusai acara HUT PGRI ke-70 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/12/2015).*
JAKARTA,(PRLM).- Lebih dari 100.000 guru padati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (13/12/2015) siang. Berseragam batik PGRI, seluruh guru tersebut menghadiri acara peringatan ulang tahun (HUT) ke-70 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Ketua Umum PGRI Sulistiyanto menuturkan, kehadiran para guru tersebut menjadi bukti semangat guru-guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. "Saya bersyukur para guru anggota PGRI tetap bersemangat hadir, dan justru mendapat dukungan dari Bupati, Walikota, dan Gubernurnya," ujarnya di SUGBK, Jakarta, Minggu (13/12/2015).

Peringatan hari ulang tahun PGRI tersebut, menurut dia, memang dijadikan ajang untuk sama-sama berkomitmen antara organisasi guru dan juga pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membangun kebersamaan demi mencapai tujuan nasional mencerdaskan bangsa.

"Ini menjadi ajang komunikasi antarsesama profesi. Tidak ada muatan politis, melainkan perjuangan untuk mutu guru dan juga pendidikan. Jika sebelumnya ada informasi yang simpangsiur tentang kegiatan ini, sudah terjawab tidak ada kegiatan aneh-aneh dalam acara ini. PGRI adalah organisasi legal yang selama ini bergandengan tangan dengan pemerintah," tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengeluarkan larangan bagi guru untuk mengikuti hari perayaan PGRI ke-70 melalui Surat Edaran yang dikeluarkan per tanggal 7 Desember 2015 dengan nomor surat B/3903/M.PANRB/12/2015 tentang perayaan hari guru 2015. Surat tersebut ditujukan pada seluruh pemerintah daerah mulai dari gubernur, bupati/wali kota, kepala dinas pendidikann provinsi maupun kabupaten/kota.

Meskipun kemudian, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi memberikan penjelaskan bahwa maksud surat tersebut bukanlah melarang, melainkan himbauan agar guru mengingat tugasnya untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. (Siska Nirmala/A-147)***
Bagikan: