Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Tidak Semua Sekolah Patuhi PPDB Sesuai Pergub

Ririn Nur Febriani
UNTUK melihat apakah PPDB di Cimahi tepat sasaran, Komisi IV DPRD Kota Cimahi akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiap sekolah terkait PPDB dari jalur afirmasi.*
UNTUK melihat apakah PPDB di Cimahi tepat sasaran, Komisi IV DPRD Kota Cimahi akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiap sekolah terkait PPDB dari jalur afirmasi.*
CIMAHI, (PRLM).- Jajaran sekolah diduga tidak semua mematuhi aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Cimahi tahun 2015 sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar dan Peraturan Wali Kota (Perwal) Cimahi. Pasalnya, penerimaan siswa miskin dari jalur afirmasi masih diragukan sesuai ketentuan.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi Edi Kanedi. "Dalam aturan, jalur afirmasi untuk PPDB 2015 mutlak dan jadi satu acuan sehingga jangan sampai dirubah. Tapi, ada informasi sekolah tidak menerima siswa yang berasal dari jalur afirmasi," ujarnya.

Sesuai aturan, seluruh SMA/sederajat se-Jabar mestinya menerima siswa afirmasi. "Harus dikonfirmasi, termasuk tingkat SMP di Kota Cimahi hanya satu sekolah yang menerima siswa afirmasi," ucapnya.

Hal serupa diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Aida Cakrawati Konda. Dia memandang, sebenarnya pemerintah mempunyai kepedulian terhadap masyarakat yang tidak mampu untuk bisa masuk di sekolah yang dianggap lebih berkualitas dengan jalur afirmasi.

Disayangkan sifat sebagian masyarakat yang suka menghalalkan segala cara agar anaknya diterima di sekolah yang diinginkan. Termasuk, membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu padahal secara ekonomi keluarganya mampu.

Untuk melihat apakah PPDB di Cimahi tepat sasaran, Komisi IV DPRD Kota Cimahi akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiap sekolah terkait PPDB dari jalur afirmasi.

"Saat ini pihak sekolah sudah beres memproses daftar ulang siswa baru. Nanti kami akan sidak dan dilihat tiap sekolah siswa baru yang diterima, termasuk apakah ada siswa yang menggunakan SKTM palsu," tuturnya.

Menurut Aida, orang tua diharapkan tidak terlalu kecewa bila anaknya tidak diterima di sekolah yang dituju. "Mungkin saja kekurangannya ada di nilai ujian yang tidak cukup, kalau begitu ya saya minta orang tua cari sekolah lain. Walaupun menurut saya nilai akhir itu bukan ukuran kecerdasan anak. Namun, jangan memaksakan apalagi dengan berbagai upaya agar anak bisa diterima tapi mencurangi aturan dan bekerjasama dengan pihak sekolah. Kami pastikan hal itu akan ditindak," katanya. (Ririn N.F./A-147)***
Bagikan: