Fokus Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik, Malaysia Hentikan Insentif Mobil Mesin Bensin

- 25 Januari 2023, 09:44 WIB
Ilustrasi pengisian daya mobil listrik.
Ilustrasi pengisian daya mobil listrik. /Reuters/Toby Melville

PIKIRAN RAKYAT - Malaysia membuat pengumuman tegas terkait peredaran mobil di negaranya. Negara ini disebut tengah berusaha memfokuskan industri otomotif kepada pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Asosiasi otomotif Malaysia (MAA) membuat aturan. Nantinya, mobil-mobil dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) tidak lagi mendapatkan insentif dari pemerintah.

Pemerintah Malaysia akan menekan jumlah dari mobil-mobil ICE yang disebut juga mesin konvensional. Hal ini demi mendorong peredaran mobil listrik yang sedang difokuskan.

Hal ini disampaikan oleh Presiden MAA, Datuk Aishah Ahmad. Menurutnya, industri otomotif Malaysia di masa depan takkan lagi berharap pada peredaran mobil dengan mesin konvensional.

Baca Juga: MG Motor Luncurkan Mobil Baru Hari Ini di Indonesia, Pesaing Honda HR-V?

"Sejauh yang saya tahu, kita (MAA) takkan lagi berharap pada mobil ICE karena fokus pemerintah saat ini sudah pada mobil EV. Kita sudah memiliki gugus tugas yang tiap bulan bertemu untuk membahas perkembangan EV," kata Ahmad.

"Dan semua pemerintah, agensi, dan kementerian ada di sana untuk membahas kebutuhan yang perlu ditingkatkan demi memastikan mobil listrik terjual di Malaysia," ujarnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Paultan pada Rabu, 25 Januari 2023.

Ahmad menjelaskan salah satu alasan mengapa kebijakan ini diberlakukan. Salah satunya untuk mendorong target Malaysia untuk emisi 0 pada tahun 2050.

"Fokusnya adalah untuk memastikan terjadinya lingkungan hijau pada 2050. Fokus utamanya adalah mobil listrik (EV)," tutur Ahmad.

Halaman:

Editor: Aldiro Syahrian


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x