Minggu, 8 Desember 2019

Laki Tulen Berbagi Suka Duka Bikin Konten Video Jual Beli Mobil

- 19 November 2019, 23:38 WIB
Fajar Zoechri, berbagi tentang jual beli mobil di channel YouTube Laki Tulen.*/GITA PRATIWI/PR

PERISTIWA gempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Agustus 2018 silam, turut memporakporandakan usaha homestay di sana, yang dikelola Fajar Zoechri (31). Pemuda asal Bandung itu mengaku sempat mengalami keterpurukan finansial.

Pulang kampung ke Bandung jadi pilihannya. "Saat itu uang saya habis semua. Tinggal mobil yang jadi modal. Saya menjualnya, sambil membuat konten video Youtube. Sejak itu saya rutin membuat konten video jual beli mobil," kata Fajar.

Dalam videonya, ia selalu terbuka dengan kondisi apa pun terkait mobil yang ia beli dan jual. Ia juga sangat terbuka soal harga, yang tak jarang mendapatkan protes dari para pengusaha jual beli mobil. "Kalau saya kan bukan pemilik showroom. Hanya jual beli mobil untuk konten. Karena apa adanya, ada saja showroom yang tidak suka. Kirim pesan dan bilang 'lu jangan banting harga, dong. Merusak pasar'," katanya menirukan isi pesan yang diterima.

Selain duka yang ia rasakan, ia mengakui banyak memperoleh untung dari pembuatan konten, yang semula untuk menjadi pelipur lara pribadinya.

Sebelumnya ia memandang bahwa di daerah kecil seperti Gili Trawangan, taraf hidupnya akan maju. Tak tahunya, bicara otomotif di Kota Bandung malah menghasilkan uang. Saluran Laki Tulen yang ia buat di Youtube, sekarang memiliki 27.000 pelanggan, dan semakin banyak penontonnya.

Mantan atlet tae kwondo ini juga baru menyelesaikan perjalanan Indonesia Menyapa, yakni berkendara ke enam provinsi di Jawa dan Bali.  Rekam jejak pelesirnya termuat dalam vlog di saluran itu.

Sabtu 16 November 2019, Fajar meresmikan kafe dan tempat cukur rambut pria, di Jalan Karapitan, Kota Bandung. Namanya mengambil nama saluran yang ia tekuni selama ini. Laki Tulen diharapkan menjadi tempat berkumpul dia dan para penggemarnya.

"Jadi aku kan sering meet and greet. Maksudnya suka ketemu dan ngobrol dengan subscribers. Nah ketemunya itu suka di kafe orang. Lalu aku pikir kenapa enggak buka sendiri aja," ucap dia.

Sebagai pembuat konten otomotif yang dikenal gemar mobil jip ini, ia memiliki penonton yang 88 persennya pria, dengan rentang usia 24-35 tahun.***



Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X