Senin, 16 Desember 2019

Kustomfest, Lebarannya Pecinta Otomotif

- 7 Oktober 2019, 12:57 WIB
KUSTOMFEST yang rutin digelar setiap tahunnya, pada tahun 2019 ini merupakan perhelatan yang kedelapan kalinya.*/ECEP SUKIRMAN/PR

YOGYAKARTA, (PR).- Kustomfest kerapkali diidentikan dengan ‘lebaran’-nya pecinta otomotif kustom. Kustomfest yang rutin digelar setiap tahunnya, pada tahun 2019 ini merupakan perhelatan yang kedelapan kalinya. Berbagai kemeriahan disajikan, mulai dari pameran mobil kustom, motor kustom, diecast, hingga sepeda kustom.

Pada Sabtu 5 Oktober 2019, Kustomfest 2019 resmi dibuka di hall Jogja Expo center (JEC), Yogyakarta dan siap memanjakan pecinta otomotif khususnya kustom di Indonesia. Builder-builder tanah air, berlomba menjadi yang terbaik dalam seni modifikasi kendaraan ini. Dalam perhelatan tahunan ini, sedikitnya 150 motor dan 28 mobil kustom dipajang di dalam hall JEC. Perhelatan ini akan diselenggarakan hingga Minggu (6/10/2019).

Beberapa kelas dan kategori dalam Kustomfest 2019 ini di antaranya main class yan terdiri dari American Stock Kustom, American Chopper & Bobber, European Chopper & Bobber, Japan Chopper & Bobber, dan main class FFA (free for all). Sedangkan untuk Special Class di antaranya kelas all prostreet, all bagger, all cafe racer, all kustom mini, dan all sramble.

Menurut Sinya Kimura dari Chabott Engineering yang menjadi salah satu tamu luar negeri pada Kustomfest 2019 ini, di negaranya yaiu di Jepang banyak builder yang merangkai kendaraan kustomnya sendiri. Para builder Jepang, kata Sinya Kimura, lebih memilih mesin 2-tak dengan alasan lebih simple.
Dalam kesempatan itu, Sinya Kimura ini menekankan kepada builder Indonesia agar tetap mempertahankan orisinalitas budaya Indonesia, misalnya membubuhkan pola-pola batik di kendaraan kustom-nya yang mampu menonjolkan Indonesia.

“Dibandingkan negara lain, kekayaan budaya Indonesia ini tidak ada habisnya. Jika keunggulan budaya Indonesia yang dipadu-padankan dengan kendaraan kustom dari builder Indonesia dan dipertandingkan di luar negeri, ini akan menjadi daya tarik tersendiri. Karena setiap negara itu memiliki ketertarikan masing-masing,” ujar dia.

Dalam perhelatan Kustomfest ini, bukan hanya dinanti pehobi modifikasi motor dan mobil. Dalam Kustomfest ini juga turut dipamerkan beberapa karya lainnya di luar mobil dan motor, seperti sepeda. Di tangan para customizer kreatif, sepeda ini diubah layaknya sepeda kustom. Bentuknya pun terbilang unik-unik dan menarik perhatian. Bahkan, ada sepeda roda tiga yang layaknya digunakan anak kecil, dipermak menyerupai motor dengan ornamen-ornamen layaknya sebuah kendaraan dewasa.

Dari sisi lainnya, Kustomfest 2019 ini dihadiri beberapa tamu luar negeri di antaranya Shinya Kimura (Chabott Engineering), Yaniv Evan (Powerplant Motorcycles), Shige Suganuma (Mooneyes), Kaichiroh Kurosu (Cherry's Company), dan Dino Dalle Carbonare (Speedhunters).

Kemudian juga ada “The Godfather of Broken Heart” Didi Kempot, untuk menghibur para pengunjung. “Tampilnya Mas Didi Kempot dan berbagai musisi lintas genre menjadi salah satu simbol bahwa musik bisa ikut menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk ikut menikmatinya. Ini bagian dari konsep Back to The Roots di tahun ini,” kata Lulut Wahyudi selaku Director Kustomfest 2019.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X