Senin, 30 Maret 2020

Indonesia Siap Bersaing Produksi Kendaraan Listrik

- 4 September 2019, 18:41 WIB
MENRISTEKDIKTI Mohamad Nasir (menyetir) dan Rektor ITS Mochamad Ashari mencoba mobil listrik buatan mahasiswa ITS di Jakarta, Selasa 3 September 2019.*/DHITA SEFTIAWAN/PR

Tiga benefit

Ia menambahkan dengan terbitnya Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan kendaraan listrik berbasis baterai dan Undang-undang nomor 11 tahun 2019 tentang Sinas IPTEK, peneliti dan perekayasa Indonesia didorong harus invensi teknologi khususnya di bidang kendaraan listrik.

Rektor ITS Mochamad Ashari mengatakan, komponen-komponen hasil riset ITS akan diuji dengan kondisi lingkungan yang sebenarnya. Menurut dia, pemerintah juga telah menyiapkan infrastruktur untuk menunjang teknologi kendaraan listrik. 

"Ada tiga benefit mobil listrik apabila dikembangkan di Indonesia, pertama adalah kebutuhan energi kita masih impor sekitar 60.000 barel per harinya, cukup besar kan anggaran negara untuk membeli itu. Kedua kita harus memikirkan generasi selanjutnya agar lebih sehat. Ketiga membangun kapasitas nasional untuk membuat kendaraan secara mandiri khususnya kendaraan listrik," ujarnya. ***
 

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X