Senin, 16 Desember 2019

Menguak Rahasia Ketok Magic

- 10 Februari 2019, 13:01 WIB
Ilustrasi/ALI PARMA/PR

KETOK magic sempat mengalami masa kejayaan sebelum era tahun 2000-an. Kala itu, ada ratusan bengkel misterius tersebut yang mudah ditemukan di setiap sudut kota dengan kekhasan sekeliling bangunannya hanya ditutup rapat oleh seng.

Sepintas, orang awam akan mengira ada aktivitas mistis di balik perbaikan mobil di bengkel ketok magic. Padahal, jika diamati dengan indra pendengaran dari luar bengkel, akan terdengar suara dentuman metal bersahutan.

Tidak dimungkiri, bengkel ketok magic memberikan warna baru dan menjadi solusi alternatif. Sejumlah pemilik kendaraan menganggap perbaikan di ketok magic relatif singkat, hasilnya tidak mengecewakan, dan harganya miring.

Apabila pemilik kendaraan memasukkan mobilnya ke bengkel resmi atau bengkel biasa, mereka harus merogoh kocek dalam-dalam. Setidaknya, perbaikan bodi yang dihitung per panel akan dibanderol rerata di kisaran Rp 750.000 hingga Rp 1,5 juta, tergantung tingkat kerusakan.

Sementara itu, bengkel ketok magic berani memasang harga relatif lebih murah mulai dari Rp 100.000 untuk baret atau penyok ringan. Biaya perbaikan akan meningkat hingga jutaan rupiah sesuai dengan tingkat kerusakan dan lama pengerjaan.

Meskipun demikian, tarif yang ditawarkan masih bisa dinegosiasikan sehingga pemilik bengkel dan konsumen sama-sama diuntungkan. Demikian dikemukakan Hendro (50), salah seorang pemilik bengkel Ketok Magic Blitar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, baru-baru ini.

"Perbaikan penyok tergantung lukanya, paling kecil Rp 100.000 untuk penyok kecil. Perbaikan bisa selesai kurang dari satu jam," ucap Hendro saat "PR" diperkenankan mengintip bengkel kerjanya.

Di balik bengkel yang dikelilingi seng itu, kondisi di dalamnya sederhana. Tak terlihat mesin canggih ataupun alat pendukung berteknologi tinggi. Yang tampak hanya alat-alat beng­kel sederhana dan bahan-bahan perbaikan, seperti cat.

Meskipun dengan alat-alat sederhana, bengkel ketok magic mampu memperbaiki kerusakan bodi dengan baik. Oleh karena itu, konsumen yang acap kali singgah ke bengkelnya adalah pelanggan setia.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X