Selasa, 26 Mei 2020

Kustomfest 2018, Pemersatu Bangsa Melalui Karya Modifikasi

- 6 Oktober 2018, 11:16 WIB
DIREKTUR Kustomfest 2018 Lulut Wahyudi (ketiga kiri) menunjukan motor kustom bermesin Harley-Davidson type Sportster Evolution dan diberi nama

YOGYAKARTA, (PR).- Kustomfest 2018 adalah pergelaran yang paling ditunggu-tunggu para modifikator nasional. Ajang ini menjadi pemersatu bangsa di tengah perbedaan yang meruncing menjelang pemilu presiden tahun 2019.

Hal tersebut pula yang menjadi alasan penyelenggara Kustomfest 2018 mengambil tema Color of Difference atau Warna Perbedaan. Direktur Kustomfest 2018 Lulut Wahyudi menjelaskan, perbedaan suku bangsa memberi warna sekaligus rahmat pada tanah air. Warna perbedaan itu pun terpancar pada karya modifikasi anak bangsa pada event ini.

"Tahun 2018 adalah era panas karena 2019 akan pilpres. Nuansa sedang panas, orang mulai berbicara tentang golongan dan kelompok. Kami ingin mengingatkan bahwa bangsa ini besar karena dibangun atas perbedaan. Di Kustomfest, kami ingin mengingatkan bahwa kita adalah anak bangsa yang kreatif. Kita berbeda, bukan untuk dipertentangkan, melainkan rahmat," ujarnya saat membuka secara resmi Kustomfest 2018 di Jogja Expo Center (JEC), Kota Yogyakarta, Sabtu 6 Oktober 2018.



"Kita sebagai penerus seharusnya bisa membuat karya yang lebih monumental. Mari bicara dengan karya," ujarnya.

Perwakilan Kementerian Pariwisata, Iqbal Alamsyah, menyatakan, Kemenpar selalu memberi dukungan kepada kepala daerah yang turut serta memajukan pariwisata di daerahnya. Pihaknya juga memberi apresiasi dan dukungan kepada event melalui branding, advertising, dan selling.

"Kami sponsori branding ke luar negeri melalui Wonderful Indonesia, juga dukung di POP (preevent, on event, dan post-event). Dari 15 negara yang ikut mencerminkan keberhasilan," tuturnya.

Gubernur Akademi Angkatan Udara, Sri Mulyo Handoko, mengaku terkesima saat masuk hall Kustomfest 2018. "Saya seperti masuk dunia lain. Luar biasa. Begitu indah kreasi dari anak bangsa," katanya.

Terkait dengan tema Color of Difference, menurut dia, perbedaan adalah anugerah. Dia menilai, terkadang orang melihat perbedaan dengan pandangan sempit sehingga muncul ego.

"Kalau dengan pandangan luas kita akan keluar dari diri, kelompok, dan alam bahwa indah perbedaan itu," ucap Sri Mulyo. ***

Editor: Asep Budiman


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X