Proper Car, Tren Modifikasi 2018

- 4 Februari 2018, 02:25 WIB

ALIRAN modifikasi terus berkembang seiring dengan tumbuhnya komunitas, industri otomotif, dan produsen aftermarket. Bagaimana dengan tren modifikasi 2018 di Indonesia? 

Gaya modifikasi akan sangat dipengaruhi oleh selera pemilik kendaraan dan pengaruh komunitas. Oleh karena itu, beberapa gaya modifikasi yang ngetren tahun 2017 akan muncul kembali, di antaranya Japanese domestic market, street racing, klasik, hella flush, dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, asosiasi modifikasi pertama dan terbesar di Indonesia, National Modificator and Aftermarket Association (NMAA), memprediksi aliran modifikasi ekstrem tidak akan terlalu mencuat. Justru, gaya modifikasi simpel dengan pendekatan fungsionalitas dan mengutamakan kenyamanan berkendara akan sangat digandrungi tahun ini. 

”Tren modifikasi tahun ini lebih ke proper yang menambah kenyamanan dan fungsi. Saya yakin tahun 2018 arahnya industri modifikasi yang proper. Mobil yang bisa berfungsi, enggak cuma patung doang atau hanya ikut kontes, tetapi enggak bisa digunakan,” tutur Founder NMAA Andre Mulyadi di sela-sela konferensi pers persiapan NMAA menjelang Osaka Automesse 2018 pada 10-12 Februari 2018 di Osaka, Jepang, Kamis, 25 Januari 2018.

Dia menilai, modifikasi mobil secara ekstrem di Indonesia akan tetap banyak, tetapi gaya proper car mulai digandrungi, terutama di kota-kota besar dan sudah merata. Sementara itu, di daerah-daerah masih perlu diedukasi, apalagi semakin jauh dari Pulau Jawa, standar modifikasinya pun akan sedikit berbeda.

Tahun 2017, pihaknya melakukan edukasi berupa training workshop di delapan kota besar di Pulau Jawa dan Balikpapan. Dia menekankan pentingnya memodifikasi mobil yang proper sesuai dengan fungsinya. 

Seperti halnya Mercedes-Benz E250 W212 milik Chandra Kenzo yang terpilih mewakili tren proper car scene berciri khas Indonesia pada Osaka Automesse 2018 pada 10-12 Februari 2018 di Osaka, Jepang. Mobil yang sepenuhnya dimodifikasi Ladas Garage asal Yogyakarta itu mengedepankan unsur custom nan rapi.

”Mobil Mercy itu, misalnya, arahnya fungsional. Enggak cuma patung doang, tetapi bisa digunakan. Mercy itu di sisi mesin ada customize turbo yang fungsional. Ada rem besar, tetapi fungsional,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Asep Budiman


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network