Modifikator dan Aftermarket Indonesia Go International

- 4 Februari 2018, 01:28 WIB

”Ada simbiosis mutualisme. Jadi kita bisa transfer ilmu mereka ke sini dan kita kasih potensi ke sana,” katanya.

Sayangnya, ungkap Andre, upaya NMAA dan produsen aftermarket untuk menembus pasar global baru mendapat dukungan  dari swasta. Pihaknya belum mendapat dukungan dari pemerintah. Padahal, ini industri kreatif yang sebenarnya bisa digali potensinya. 

”Yang diharapkan dari pemerintah adalah kemudahan dalam perizinan ekspor. Kita bawa mobil dan semuanya cari jalan sendiri. Harapannya, jika didukung pemerintah akan lebih mudah. Sekarang ini baru perusahaan ban Accelera yang sudah ekspor, bahkan 80% dari produksinya diekspor. Di Jepang juga sudah ada diler jadi kita belajar dari Accelera,” ujarnya.

Sales Manager EPTI Surya Dharma menjelaskan, potensi pasar di luar negeri tinggi sekali asalkan membuat produk yang bisa memenuhi kebutuhan market. Hanya, masalahnya banyak produsen yang mengembangkan produk tidak sesuai dengan segmen pasar.

Dia meyakini, ajang Osaka Automesse 2018 bisa menjadi pintu masuk industri aftermarket lainnya untuk maju. Pasalnya, Indonesia suda cukup dikenal dunia dan menjadi pasar potensial serta cukup baik perkembangannya tinggal memperkenalkannya secara luas. Jika ada yang belum punya jaringan yang luas, event ini menjadi momen yang tepat untuk memperkenalkan diri kepada dunia.

”Target Accelera ingin mengembangkan otomotif ke jenjang lebih baik. Tahun ini improve dengan terobosan melalui event baru agar lebih baik lagi. Akan tambah produksi sesuai dengan permintaan secara bertahap. Market terbesar kami di Eropa dan Amerika. Serapan di Asia juga cukup bagus. Market relatif seimbang sesuai dengan besar kecilnya negara. Kemampuan ekonomi juga pengaruhi market,” tuturnya.***

Halaman:

Editor: Asep Budiman


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X