Modifikator dan Aftermarket Indonesia Go International

- 4 Februari 2018, 01:28 WIB

NATIONAL Modificator and Aftermarket Association (NMAA) membidik pasar internasional melalui pameran otomotif terbesar Osaka Automesse 2018 pada 10-12 Februari 2018 di Kota Osaka, Jepang. Hal itu seiring dengan visi, misi, dan perwujudan mimpi untuk membawa industri modifikasi naik kelas.

Sebagai asosiasi modifikasi dan aftermarket pertama dan terbesar di Indonesia, National Modificator & Aftermarket Association (NMAA)  senantiasa melebarkan sayap untuk mengembangkan industri otomotif nasional, khususnya modifikasi. NMAA ingin membawa industri kreatif modifikasi Indonesia ke level lebih tinggi serta menjadikannya sebagai salah satu kiblat tuning dunia.

Setelah dipercaya berkolaborasi dengan industri aftermarket Jepang beberapa waktu lalu, saat ini NMAA menyuguhkan sebuah kegiatan untuk mengejawantahkan visi dan misinya dengan membawa modifikasi Indonesia ke kancah internasional. ”NMAA dengan bangga mengenalkan movement yang diberi nama Great Indonesia. Kegiatan ini merupakan pameran yang membawa merek-merek aftermarket asli tanah air dan juga karya modifikasi Indonesia yang disajikan kepada dunia,” ujar Founder NMAA, Andre Mulyadi, Kamis, 25 Januari 2018.

Osaka Automesse adalah motorshow yang bertema modification and costumize yang sudah dimulai sejak 1997. Setiap tahun, ajang ini dihadiri lebih dari 200.000 pengunjung dan menjadi salah satu event otomotif terbesar di Jepang. Osaka Automesse tak hanya menampilkan modifikasi custom, tetapi juga bertujuan memperluas daya tarik kepada mobil pada umumnya. Hal menarik lainnya dari Osaka Automesse adalah tersedianya banyak produk aftermarket yang bisa membuat mobil jadi makin menarik.

Great Indonesia akan memiliki ”island” tersendiri dalam pameran modifikasi tahunan terbesar di Kota Osaka tersebut. Dalam ajang tersebut, Indonesia menampilkan satu unit Mercedes-Benz E250 W212 milik Chandra Kenzo, yang dibawa langsung dari Indonesia. Mobil tersebut dipilih karena mewakili tren proper car scene berciri khas Indonesia yang mengedepankan unsur custom nan rapi. Mobil ini sepenuhnya dimodifikasi rumah modifikasi Ladas Garage asal DI Yogyakarta.

Dalam Great Indonesia ”island”, terdapat pula booth pamer dan jualan yang diisi berbagai produk aftermarket asli Indonesia. Sebut saja ban lokal Accelera, suspensi udara Revolt.id, produk lampu Yoong Motor, rumah airbrush Tomy Airbrush, hingga distro otomotif ZC Distromotive. Merek-merek tersebut akan berkesempatan mengenalkan dan menjual produk kebanggaan Indonesia kepada khalayak dunia melalui Jepang, baik user maupun distributor.

Tak ketinggalan, untuk mengentalkan nuansa Indonesia, NMAA turut menggandeng Mayaratih Couture, fashion designer tanah air yang karyanya sudah mendunia. Dalam kerja sama ini, Mayaratih Couture menampilkan busana dengan tema ”The Shadow of Wayang Inspired by Indonesian Puppet Show” yang akan dipakai model untuk mempresentasikan mobil modifikasi Indonesia pada Osaka Automesse 2018.

”Bisa dibilang ini adalah mimpi dari seluruh modifikator Indonesia untuk bisa berkiprah di kancah modifikasi internasional. Dengan langkah kecil ini, Indonesia terus naik dan kami yakin akan menjadi pusat modifikasi di ASEAN. Setelah Osaka Automesse, NMAA juga akan bersinergi dengan segenap potensinya untuk menggawangi event aftermarket terbesar yang akan hadir di Indonesia,” ujar Andre. 

Belum ada dukungan pemerintah

Andre menambahkan, salah satu suku cadang modifikasi yang sulit dimodifikasi orang Indonesia adalah part engine sehingga bisa saling mengisi dengan Jepang. Misalnya, produksi turbo dengan spesifikasi tinggi, tetapi sumber daya manusia dari Indonesia. Itulah yang akan dikolaborasikan dengan Jepang. 

Halaman:

Editor: Asep Budiman


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X