Bentley Tawarkan Pensiun Dini Ribuan Karyawannya, Efek COVID-19

6 Juni 2020, 18:00 WIB
LOGO mobil Bentley /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Pabrikan mobil Mewah asal Inggris Bentle harus memberhentikan sekitar 1.000 karyawan mereka akibat COVID-19.

Ini diberlakukan agar mereka tidak mengalami defisit yang disebabkan turunnya penjualan mobil selama masa pandemi COVID-19 terjadi.

Karenanya, Bentley pun memberikan opsi untuk para karyawannya melakukan pensiun dini.

Baca Juga: MTF Terima Pengajuan Keringanan Kredit 60 Ribu Nasabah Terdampak COVID-19 Dengan Nilai Rp10,8 Trilun

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters, pilihan ini muncul sebelum pihak Bentley melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)

"Ini adalah langkah penting yang harus diambil perusahaan untuk melindungi pekerjaan mayoritas yang masih tersisa.

"Hal ini serta untuk memberikan modal bisnis yang diperlukan di masa depan," tutur Ketua dan Kepala Eksekutif Bentley, Adrian Hallmark.

Bentley juga menjelaskan bahwa informasi mengenai PHK yang akan mereka berlakukan akan segera diberitahukan pada akhir minggu ini.

Baca Juga: Minat Beli Mobil yang Bisa Mencapai Kecepatan Hampir 1.000 Tenaga Kuda? Siapkan dana Rp 22 Miliar

Perusahaan Bentley sebenarnya sudah kembali menjalankan pabriknya di British Crewe pada bulan Juni ini. Namun hal itu tidak menutupi defisit perusahaan yang terjadi disebabkan pandemi COVID-19.

Halaman:

Tags

Terkini

Terpopuler