Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Sebagian cerah, 25 ° C

Sering Terjadi Kecelakaan, Pemerintah Jepang Tarik Izin Mengemudi Lansia

Noe Firman
PESERTA akan diminta melakukan latihan fisik dengan cara berdiri dari kondisi duduk untuk melatih daya tahan.*/DOK. ADM
PESERTA akan diminta melakukan latihan fisik dengan cara berdiri dari kondisi duduk untuk melatih daya tahan.*/DOK. ADM

TOKYO, (PR).- Pada kunjungan ke Tokyo Motor Show 2019, 22-27 Oktober 2019, Sahabat Jurnalis berkesempatan mengikuti aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) DMC bertema “Aging Society & Community Vitalization” ke outlet Daihatsu Funae yang terletak di Mie prefecture, Jepang.
    
Program yang melibatkan peran pemerintah , akademis (Japan Physical Therapist Assosiation), dan komunitas lokal dari penduduk lanjut usia ini dilatarbelakangi oleh studi yang menunjukkan jumlah penduduk Jepang yang menurun selama 10 tahun berturut-turut memicu semakin menuanya struktur umur penduduk. 

Kondisi ini menuntut, penduduk lanjut usia harus bertahan dengan perubahan yang ada dan tetap bergerak aktif dalam keseharian. Ditambah pula dengan kebijakan Pemerintah yang menarik izin mengemudi lansia akibat seringnya kecelakaan terjadi. Secara alami, kondisi ini menyebabkan peningkatan biaya asuransi keamanan akibat tingginya tingkat kecelakaan dan bahkan memicu dementia. Seperti perubahan cara berpikir dan berinteraksi yang mempengaruhi memori jangka pendek, pikiran maupun kemampuan bicara atau motorik bagi penduduk lansia yang cenderung lebih banyak berdiam diri di rumah karena tak lagi memiliki izin mengemudinya.
    
Terkait isu sosial ini, Daihatsu merasa perlu berpartisipasi aktif melalui program brand value enhancement activities berbentuk kampanye “ Hidup mandiri dan keselamatan berkendara” bagi para lansia. Program ini bertujuan meningkatkan value pelayanan Daihatsu melalui Kotodukuri (meningkatkan relasi yang harmonis dengan customer dan local community) dan Monodukuri (penerapan teknologi Daihatsu yang bermanfaat bagi komunitas setempat). Sejak dilaksanakan di tahun 2017, aktivitas ini telah melibatkan 1.200 penduduk lokal dan dilaksanakan di 4 outlet Daihatsu di Jepang. Program ini akan terus dilanjutkan hingga mencapai 37 outlet sampai akhir tahun fiskal 2019. 

Program diprioritaskan bagi lansia berumur sekitar 70 tahun, dan melibatkan 20 peserta dalam setiap sesi selama 2 jam, 2 kali dalam setahun melalui acara bertajuk “Health & Safe Driving Lecture”. Dalam kegiatan ini, peserta mendapat fasilitas pengecekan kesehatan secara cuma-cuma dan dilanjutkan dengan seminar kesehatan. Selanjutnya, peserta akan diminta melakukan latihan fisik dengan cara berdiri dari kondisi duduk, berputar pada cone yang telah disediakan untuk kemudian kembali ke posisi duduk. 

Selain itu, ada juga penilaian kekuatan fisik melalui pengukuran daya tahan berdiri dengan satu kaki dan diakhiri dengan latihan mengikuti instruksi kemampuan kognitif. Tidak cukup sampai disitu, peserta juga mendapat panduan berkendara secara aman dari instruktur berpengalaman Japanese Automobile Federation (JAF) seperti antisipasi bahaya Blind Spot, postur berkendara yang baik dan memberikan pengalaman berkendara aman dengan Daihatsu Safety Assist System.
    
“Bagi Daihatsu, menjual mobil hanyalah gerbang  awal menuju hubungan yang lebih erat dengan Customer. Oleh sebab itu Daihatsu ingin memberikan pengalaman berkesan melalui ikatan yang kuat antara Daihatsu dan Customer melalui kampanye “Health & Safe Driving Lecture”. Hal ini sejalan dengan slogan Daihatsu Light You Up yang senantiasa fokus memberikan produk dan layanan terbaiknya kepada semua kalangan.” ucap Hayashi, President Director of Daihatsu Mie.***

Bagikan: