Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Sebagian cerah, 25 ° C

50 Komunitas Bergabung dalam Indonesia Automotif Society Banten

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH klub otomotif bergabung dalam “Indonesia Automotive Society” (IAS) Wilayah Banten.*/DOK. KABAR BANTEN
SEJUMLAH klub otomotif bergabung dalam “Indonesia Automotive Society” (IAS) Wilayah Banten.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Sebanyak 50 anggota Indonesia Automotif Society (IAS) Wilayah Banten menghadiri pembentukan pengurus periode 2019-2021, bertempat di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B),  Minggu 20 Oktober 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus mempromosikan program pemerintah dan pariwisata di Banten. 

Ketua Presidium IAS Wilayah Banten Khaeril Bowi mengatakan, selain menyatukan antar komunitas yang ada di Banten, tujuan dibentuknya IAS juga untuk membangkitkan pariwisata yang ada di Banten. Khususnya kawasan Anyer-Carita, dan wilayah Banten Selatan pascabencana.

"Ada banyak program, namun program kami lebih ke sosial dan membangkitkan kembali pariwisata Banten. Sebab, banyak wisata di Banten yang belum tereksplor, jadi banyak yang belum tahu apa saja tempat wisata di Banten. Kami juga ingin membangkitkan kembali wisata pantai, pasca tsunami beberapa waktu lalu," katanya.

Selain itu, komunitas ini juga akan membantu pemerintah dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor. Misalnya, dengan memberikan sosialisasi tertib pajak kepada masyarakat dan mewajibkan setiap anggota komunitas untuk taat membayar pajak. Kemudian ada juga kampanye tertib berlalu lintas dan antinarkoba.

"Tentu, kami akan memberikan sosialisasi langsung ke masyarakat. Tertib pajak, tertib berkendara, anti narkoba. Kita kan punya kendaraan, pastinya harus membayar pajak, kemudian berkendara juga ya jangan mabuk. Dan itu semua sudah satu paket dalam komunitas kami," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Program prioritas

Wakil Presidium IAS Wilayah Banten Deddy Suandi juga mengatakan hal yang sama. Komunitasnya akan memberikan pemahaman terkait pembayaran pajak. Bahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan tugas terkait hal tersebut kepada pihaknya. Sehingga, ini wajib untuk dilakukan, baik oleh dirinya maupun setiap anggota.

"Memang, itu salah satu tugas yang dibebankan IAS kepada seluruh pengurusnya dalam hal pembayaran pajak. Khususnya bagi setiap anggota. Kami juga ada kegiatan seminar atau penyuluhan dengan mengundang pihak Dispenda. Bahkan dalam program satu tahun ke depan, itu menjadi program prioritas kami," ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Provinsi Banten Trenggono Wahyu Pratomo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten turut mendukung dengan adanya kegiatan tersebut. Diharapkan, setelah terbentuknya IAS Wilayah Banten dapat mendukung sejumlah program pemerintah. Selain itu, bisa menjadi pelopor tertib berlalu lintas dan berkendara tertib di jalan raya.

"Tentunya diharapkan para anggota dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam berlalu lintas. Kemudian, tertib dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Selain itu, dapat juga membantu mempromosikan potensi wisata dan program pemprov," katanya, saat membuka acara sekaligus mewakili Wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy.

Dengan begitu, kata dia, diharapkan masyarakat dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan daerah. Kemudian, salah satu program pemerintah yang menjadi prioritas adalah pariwisata. Dari luas panjang pantai sekitar 509 kilometer dan terdiri dari 82 destinasi wisata, dapat meningkatkan perekonomian daerah. 

Acara juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan. Seperti tarian tradisional khas Banten, santunan anak yatim dan lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD).***

Bagikan: