Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23.4 ° C

Anggota MB W124 Lis Becak Indonesia Touring ke Cirebon

Didih Hudaya
PENGGEMAR Mercedes-Benz (MB) W124 atau lebih khusus lagi W124 Lis Becak melakukan touring ke Cirebon.*/ISTIMEWA
PENGGEMAR Mercedes-Benz (MB) W124 atau lebih khusus lagi W124 Lis Becak melakukan touring ke Cirebon.*/ISTIMEWA

CIREBON, (PR).- Era digital pada perkembangannya, terasa lebih memudahkan setiap individu untuk intens berkomunikasi. Tidak terkecuali di kalangan otomotif penggemar Mercedes-Benz (MB) W124 atau lebih khusus lagi W124 Lis Becak, yang melalui grup WhatsApp/WA-nya sukses menghimpun diri, bersosialisasi dan sekaligus menggelar touring ke Cirebon, awal Oktober lalu.

Rangga, salah seorang penggemar MB Lis Becak asal Cirebon mengatakan, sebanyak 24 unit MB 124  termasuk lebih kurang 70 personel dan keluarga, mengikuti touring bertajuk Rendezvous Goes to Cirebon. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Grup WA 124 Lis Becak Indonesia Regional Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kegiatan yang menjadi agenda utama adalah wisata budaya dan kuliner, termasuk kunjungan ke Keraton Kasepuhan di Cirebon.

"Secara umum, Mercedes-Benz di Indonesia telah lama menjadi simbol kemewahan serta kenyamanan. Tidak keliru, karena banyak mobil yang diproduksi pabrikan asal Jerman ini menawarkan kenyamanan dan bahkan durabilitas hingga puluhan tahun. Sebut saja generasi Mercedes-Benz W124 atau yang biasa disebut sebagai Mercy Boxer di kalangan otomotif hobi," tutur Rangga, Kamis 17 Oktober 2019.

Anggota MB Lis Becak lainnya, Donny Amantio menyebutkan, Mercedes-Benz generasi W124 memiliki desain yang tetap populer hingga kini. Tetap terrpancar kesan klasik, maskulin dan mewah dengan lekuk bodi yang flat demi mencapai kesempurnaan aerodinamis dari mobil tersebut.

"Mercy berkode bodi W124 ini memiliki penggemar setia di Indonesia. Bahkan, unit sekelas Mercy Boxer menjadi item collector yang terus diburu," ungkap Donny. 

Cat monotone

“Secara global, Mercy Boxer ini diproduksi dalam kurun waktu 12 tahun atau 10 tahun di Indonesia. Pada generasi awal, dengan produksi antara 1986 sampai 1993 ciri yang menonjol dan terbilang khas,  ada pada cat monotone dengan lis di bagian pintu. Kalangan penggemar Mercy lantas menyebut lis ini sebagai lis becak dan tersosialisasi dengan baik hingga kini,” ucap Rangga.

Rangga selaku pengagas event touring MB W124 Lis Becak Indonesia Rendezvous Goes to Cirebon, menambahkan bahwa pada perkembangan selanjutnya, pada masa peralihan 1993 Boxer tersebut masih memakai corak monotone dan list becak di pintu,  namun dilengkapi pasokan bensin injeksi elektronik dengan ECU. Tahun 1994 era baru W124, cat bodi two tone dengan injeksi elektronik untuk pasokan bahan bakarnya.

Kegiatan touring ke Cirebon sendiri, menurut Rangga adalah kegiatan ke-5 dari anggota Group WA tersebut, sebelumnya ada event serupa yakni Sarapan on The Road  Bogor, Lunch on The Road Purwakarta, Dinner at Solo City dan acara bergabung di acara Merceday. Kedatangan rombongan di sambut ramah oleh Mercedes-Benz Club Cirebon (MBC Cirebon) di rest area 166 Cipali.

Lantas, perjalanan berlanjut dengan pengawalan memasuki Kota Cirebon. Berikutnya adalah rangkaian acara kunjungan kuliner ke beberapa tempat yang lagi hits serta tidak ketinggalan untuk berkunjung ke Keraton Kasepuhan, salah satu ikon wisata yang ada di Cirebon. Malam harinya, memenuhi undangan Mercedes-Benz W123 Tiger Cirebon di salah satu resto sea food terkenal di Cirebon.

“Touring menjadi salah satu ekspresi kebersamaan antar sesama pecinta MB Lis Becak, dilakukan secara spontanitas sebagai sarana saling tegur sapa antar anggota Group WA Lis Becak Indonesia. Karena member kami tersebar dari Aceh hingga Manado. Menuntaskan rasa kangen yang tak cukup hanya sekadar sharing di WhatsApp saja,” pungkas Rangga.***

Bagikan: