Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Indonesia Siap Bersaing Produksi Kendaraan Listrik

Dhita Seftiawan
MENRISTEKDIKTI Mohamad Nasir (menyetir) dan Rektor ITS Mochamad Ashari mencoba mobil listrik buatan mahasiswa ITS di Jakarta, Selasa 3 September 2019.*/DHITA SEFTIAWAN/PR
MENRISTEKDIKTI Mohamad Nasir (menyetir) dan Rektor ITS Mochamad Ashari mencoba mobil listrik buatan mahasiswa ITS di Jakarta, Selasa 3 September 2019.*/DHITA SEFTIAWAN/PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan Indonesia siap bersaing dalam produksi kendaraan listrik pada 2022. Saat ini, pemerintah secara intens sedang membangun ekosistem pendukung untuk mewujudkan hal tersebut. 

Yaitu, membuka pembicaraan dengan berbagai investor dari dalam dan luar negeri, menyiapkan regulasi dan mendukung penuh perguruan tinggi yang sudah menghasilkan purwarupa motor dan mobil listrik. 

Nasir menyatakan, membangun ekosistem triple helix, yakni peneliti, pemerintah dan pengusaha menjadi hal mendasar untuk merealisasikan ambisi tersebut. Pasalnya, industri mobil listrik nasional harus bersaing dengan para produsen besar di bidang otomotif dari berbagai negara maju. 

“Sudah ada pembicaraan dengan sejumlah calon investor. Kami menawarkan kendaraan listrik yang siap bersaing. Mungkin akan dimulai dengan memproduksi motor listrik Gesits. Lalu ada beberapa mobil listrik juga, baik mobil untuk transportasi massal atau pun mobil pribadi,” kata Nasir saat menjadi pembicara utama dalam Pameran Indonesia Electric Motor Show 2019 di Balai Kartini, Jakarta Rabu 4 September 2019. 

Ia menuturkan, untuk mobil listrik, Institut Tekologi Sepuluh November sudah mampu menciptakan 7 mobil listrik yang telah diujicoba dengan menempuh jarak sekitar 800 km. Ia menegaskan, sumber daya manusia Indonesia baik peneliti di perguruan tinggi maupun di lembaga riset lainnya memiliki kemampuan untuk menghasilkan inovasi dalam teknologi kendaraan listrik. 

Hasil riset

Menurut dia, pemerintah akan terus mendorong agar hasil riset dan inovasi di bidang kendaraan listrik baik motor maupun mobil agar dapat dihilirisasikan dan dikomersialisasikan oleh pihak industri. Pemerintah akan menjembatani kepentingan antara peneliti dan pengusaha.

“Tidak ada artinya inovasi apabila tidak dihilirisasikan pada industri. Mudah-mudahan inovasi yang dilakukan oleh ITS akan bisa memiliki nilai manfaat yang tinggi untuk dihilirisasikan. Dan dapat memacu inovasi di perguruan tinggi lain," katanya.

Ia mengatakan, untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia perlu diciptakan ekosistem yang mendukung. Selain unsur perekayasa dan peneliti, sinergitas antarkementerian dan lembaga serta dunia industri sangat penting bagi kemajuan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Tanpa adanya ekosistem yang baik, maka pengembangan mobil listrik di Indonesia akan sangat terhambat. Pasalnya, untuk mengembangkan mobil listrik, diperlukan integritas yang sangat masif dari kementerian/lembaga negara ataupun BUMN terkait. Seperti untuk tempat pengisian baterai di mana saja dan kapan saja dengan cepat, PLN harus berpartisipasi. “Lalu terkait bea masuk spare part dan lain-lain, Kemenkeu harus masuk. Semua K/L harus bersinergi," ucapnya.

Tiga benefit

Ia menambahkan dengan terbitnya Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan kendaraan listrik berbasis baterai dan Undang-undang nomor 11 tahun 2019 tentang Sinas IPTEK, peneliti dan perekayasa Indonesia didorong harus invensi teknologi khususnya di bidang kendaraan listrik.

Rektor ITS Mochamad Ashari mengatakan, komponen-komponen hasil riset ITS akan diuji dengan kondisi lingkungan yang sebenarnya. Menurut dia, pemerintah juga telah menyiapkan infrastruktur untuk menunjang teknologi kendaraan listrik. 

"Ada tiga benefit mobil listrik apabila dikembangkan di Indonesia, pertama adalah kebutuhan energi kita masih impor sekitar 60.000 barel per harinya, cukup besar kan anggaran negara untuk membeli itu. Kedua kita harus memikirkan generasi selanjutnya agar lebih sehat. Ketiga membangun kapasitas nasional untuk membuat kendaraan secara mandiri khususnya kendaraan listrik," ujarnya. ***
 

Bagikan: