Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Toyota Berencana Bikin Mobil Listrik, Tunggu Aturan Turunan Perpres

Yusuf Wijanarko
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Toyota Astra Motor masih menunggu aturan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Toyota menunggu aturan turunan itu sebelum memastikan kebijakan mereka terkait produksi dan penjualan kendaraan listrik.

"Saya sudah lihat sekilas. Itu baru Perpres. Kami masih menunggu bagaimana nanti aturan di bawanya, dari level menteri atau badan pemerintahan yang lain," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy di Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019 kepada Antara.

Mengacu Perpres 55 Tahun 2019 itu, Toyota menunggu aturan turunan terkait pajak penjualan atas barang mewah dan aturan produksi kendaraan listrik.

"Rasanya, Perpres itu yang justru kita tunggu-tunggu karena pemerintah sudah pasti mendukung produksi dalam negeri untuk masuk ke dunia elektrifikasi. Mudah-mudahan, (aturan turunannya) sesuai banyangan kami, (produksi mobil listrik sampai) 20 persen pada 2025 sangat mungkin," ujarnya.

TOY0TA Indonesia makin memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk pengembangan mobil listrik.*/ANTARA

Menurut Anton, Perpres itu memproyeksikan jumlah kendaraan listrik bisa mencapai 20 persen dari total pasar mobil di Indonesia pada 2025.

"Tujuan akhir Perpres itu sebenarnya ingin supaya dunia otomotif di Indonesia bisa memproduksi mobil-mobil elektrifikasi," katanya.

Toyota enggan menjelaskan rencana produksi mereka, termasuk jenis mobil apa yang akan disuguhkan sebagai mobil listrik untuk pasar Indonesia karena belum ada peraturan turunan dari Perpres 55 Tahun 2019.

Fast Charging Station

BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) telah memiliki dua inovasi Fast Charging Station atau stasiun pengisian cepat untuk mobil listrik di Jakarta dan Puspiptek Serpong.

Sejalan dengan Perpres Kendaraan berbasis listrik yang baru saja ditandatangani Presiden Joko Widodo, BPPT telah menyiapkan dua Stasiun Pengisian Listrik atau Electric Vehicle Charging Station yaitu Fast Charging Station 50 kW di BPPT Jakarta dan Smart Charging Station 20 kW di B2TKE-BPPT Kawasan Puspitek Serpong.

Kepala BPPT Hammam Riza, Kamis 15 Agustus 2019 mengatakan bahwa kehadiran fasilitas Fast Charging Station milik BPPT diharapkan memberi solusi terhadap durasi pengisian kendaraan listrik.

"Saya lihat taksi berbahan bakar listrik perusahaan Bluebird melakukan pengisian daya di fasilitas Fast Charging Station Kendaraan Listrik milik BPPT di Kantor BPPT Jalan MH Thamrin, Jakarta. Dari informasi yang saya terima, proses pengisian daya listrik hanya selama 30 menit, mengisi daya dari 62 ke 230 ampere," kata Hammam.

Hal itu, menurut dia, tentu lebih ramah lingkungan sekaligus efisien. "Betapa efisiennya taksi berbahan bakar listrik ini dibuktikan dengan kemampuannya menempuh jarak hingga lebih dari 300 kilometer, untuk mengisi ulang daya selanjutnya,” ujar dia.***

Bagikan: