Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Umumnya cerah, 25.9 ° C

Panitia Palas akan Mengusir Scooters Kumuh Pembawa Sampah

Tim Pikiran Rakyat
MENJELANG pelaksanaan Pangandaran Lautan Scooter (Palas) 2019 tampak para panitia sedang mempersiapkan lokasi kegiatan.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN
MENJELANG pelaksanaan Pangandaran Lautan Scooter (Palas) 2019 tampak para panitia sedang mempersiapkan lokasi kegiatan.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Menjelang digelarnya event besar Pangandaran Lautan Scooter (Palas) 2019 pada tanggal 27-28 Juli 2019 mendatang para panitia penyelenggara sedang menyiapkan berbagai agenda demi suksesnya acara. Diperkirakan ribuan peserta akan membanjiri Pantai Pangdandaran, dan info sementara, peserta dari Lampung sudah dalam perjalanan menuju Pangandara, Kamis 25 Juli 2019.

Ketua Pelaksana Pangandaran Lautan Scooter 2019, Abo S Asidik (56) mengatakan saat ini para panitia sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya di lokasi kegiatan. Semula tempat akan dilaksanakan di Panggung Terbuka blok Bulak Laut Pantai Barat Pangandaran. Namun karena di lokasi tersebut sedang ada penataan, maka kegiatan akan bergeser.

"Karena di lokasi awal akan dibangun, kami berinisiatif pindah lokasi baru di blok Pamugaran Pantai Barat Pangandaran sebelum Kampung Turis," ungkapnya kepada wartawan Kabar Priangan, Muslih Jerry.

Menurutnya, event ini akan dihadiri sekitar ribuan peserta se-Indonesia dan rata-rata dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebagian peserta saat ini terutama dari luar Pulau Jawa sebagian sudah berangkat. "Yang dalam perjalanan saat ini club scooter peserta asal Lampung," tuturnya. 

Meningat acara Palas ini sering kali dikritik karena kehadiran scooters dengan modifikasi kumuh, maka tahun ini pihaknya bakal melarang kehadiran scooters kumuh yang membawa aksesoris sampah. Untuk mengantisipasi hal ini pihaknya bekerja sama dengan TNI/Polri, Dishub juga Karang Taruna di perbatasan Jawa Barat - Jawa Tengah, menghalau scooters kumuh.

"Kami akan memberhentikan paksa mereka yang membawa kendaraan dengan embel-embel atau aksesoris sampah di perbatasan," tambahnya.***

Bagikan: