Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 20.3 ° C

Jimny Resmi Akan Dijual di GIIAS 2019

Asep Budiman
JIMNY.*/DOK GLOBAL SUZUKI
JIMNY.*/DOK GLOBAL SUZUKI

BANDUNG, (PR).- Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2019 selalu menyuguhkan kejutan mobil-mobil baru bagi pencinta otomotif nasional. Suzuki Jimny pun diperkirakan kembali melantai dan secara resmi dijual di Indonesia.

Di jagat maya, sudah banyak berseliweran foto-foto penampakan Jimny yang telah digunakan orang Indonesia. Padahal, mobil legendaris itu belum secara resmi dijual di Indonesia sehingga menimbulkan banyak pertanyaan para warganet.

Beredarnya kabar tersebut menguatkan desas-desus bahwa Jimny akan segera dirilis pada GIIAS 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, akhir pekan depan. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pun mengisyaratkan kehadiran Jimny meski belum mau membocorkan harganya.

4W Head of Brand Development & Marketing Research PT SIS, Harold Donnel mengatakan, pada GIIAS 2019 akan ada yang benar-benar baru, tidak hanya mobil concept, tetapi juga produk resmi. Inspirasi GIIAS mangacu pada arahan prinsipal, yang pasti banyak kejutan buat konsumen.

"Udah banyak teaser Jimny dengan beragam modifikasi, misalnya pakai towing. Mudah-mudahan pada GIIAS bisa sah dipasarkan," kata Harold, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, pihaknya belum membuka legal indent atau inden secara resmi Jimny. Akan tetapi, Suzuki tak menampik bahwa diler-diler sudah inisiatif membuka inden karena melihat permintaan.

Disebutkan bahwa konsumen pun berani membayar uang muka berkisar  Rp 5 juta-Rp 10 juta sebagai tanda jadi. Padahal, konsumen belum mendapat kepastian kapan Jimny bisa diantar ke rumah.

JIMNY akan melantai di Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2019 , dan resmi dijual di Indonesia.*/ASEP BUDIMAN/PR

Harold menyatakan, euforia Jimny dialami pencinta otomotif secara global sehingga permintaan lebih tinggi dari suplai. Diperkirakan inden secara global rerata 8 bulan sampai dengan 1 tahun.

"Euforianya global. Inden tidak bisa dihindari, konsumen harus sabar untuk dapat barang," ucapnya.

Kendati permintaan membeludak, Suzuki belum bisa menentukan komposisi suplai lantaran melihat sejauh mana permintaan akan bergulir. Begitu pula dengan suplai untuk Indonesia, tetapi saat peluncuran Suzuki menjanjikan akan ada informasi resmi.

"Kalau minta kuota ke prinsipal sebanyak-banyaknya, tapi dalam taraf kami mampu jual. Masih pelajar ekuilibrium titik jual, low-peak season-nya," tuturnya.

Hingga kini, ungkap Harold, pihaknya belum bisa menakar target penjualan per bulan. Dia menilai, Jimny merupakan produk yang memiliki nilai emosional tinggi, terutama bagi pencinta Jimny lama atau pehobi jip.

"Kami khawatir jika minta banyak, tapi tidak sesuai dengan harapan," ujar Harold.***

Bagikan: