Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sedikit awan, 24.7 ° C

Tip Mudik Aman Menggunakan Sepeda Motor

Asep Budiman
ILUSTRASI mudik menggunakan motor.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI mudik menggunakan motor.*/DOK. KABAR BANTEN

BANDUNG, (PR).- Mudik Lebaran sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia. Setiap tahun, ada jutaan pemudik yang menggunakan jalur udara, darat, dan laut.

Salah satu moda transportasi favorit yang digunakan pemudik adalah sepeda motor. Pemudik yang memilih menggunakan motor biasanya karena membutuhkan kendaraan untuk berjalan-jalan di kampung halaman atau kehabisan tiket transportasi umum. 

Untuk mengurangi risiko kecelakaan selama perjalanan mudik, para pengendara motor perlu mengetahui sejumlah tip mudik aman sampai kampung halaman. PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda di Jawa Barat berbagi tujuh tip cara berkendara yang aman dan nyaman ketika melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor menuju kampung halaman.

Periksa kondisi kendaraan

Pertama, melakukan pemeriksaan sepeda motor sebelum mudik merupakan hal yang paling penting dilakukan demi menjaga perjalanan aman dan nyaman. Bagi pengguna sepeda motor Honda, bawalah motor kesayangannya ke bengkel resmi Honda atau AHASS.

“Lakukan servis motor minimal dua minggu sebelum rencana keberangkatan,” ujar Asep Wawan, Instruktur Safety Riding DAM, Jumat, 24 Mei 2019.

Persiapkan perlengkapan 

Perlengkapan berkendara sangatlah penting untuk diperhatikan ketika melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor mulai dari helm, jaket, dan sarung tangan. Sebelum berkendara cek semua perlengkapan surat-surat, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Baik pengemudi maupun penumpang mempunyai risiko yang sama bila terjadi kecelakaan. “Hal ini sejalan dengan kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman yang mewajibkan menggunakan jaket dan helm,” ujar Asep.

Kecepatan berkendara

Kendalikan kecepatan kendaraan disesuaikan dengan rambu-rambu batas kecepatan yang diizinkan. Perlu diperhatikan lamanya berkendara sepeda motor. Disarankan setiap 2 jam perjalanan agar beristirahat minimal 15 menit.

“Rata-rata kecepatan maksimal antara 40 km/jam sampai 60 km/jam,” kata Asep. 

Jangan berlebihan

Sepeda motor yang digunakan untuk mudik tidak disarankan membawa barang-barang terlalu banyak. Apalagi, ditambahkan dengan dudukan barang ke belakang kendaraan melebihi spakbor roda belakang sangat bahaya.

Hal tersebut membuat bobot kendaraan cenderung berat ke belakang sehingga setang kemudi menjadi sulit dikendalikan dan lampu rem akan tertutup barang. Jika barang bawaan anda cukup banyak ada baiknya barang dikirim menggunakan jasa pengiriman paket.

“Perhatikan juga kapasitas daya angkut sepeda motor agar tidak mengganggu pengoperasian sepeda motor ketika digunakan saat mudik sehingga terhindar dari kecelakaan,” ujar Asep. 

Rencanakan rute 

Rencanakan jalur perjalanan anda untuk mengukur waktu dan jarak tempuh, dan rencanakan jalur alternatif. Jika ini adalah pengalaman pertama mudik menggunakan sepeda motor, tidak ada salahnya anda berangkat bersama rombongan atau teman yang satu arah.

Patuhi rambu-rambu 

Banyak kecelakaan lalu lintas di jalan disebabkan para pengendara yang melanggar rambu-rambu. Beberapa penyebabnya adalah pengendara terburu-buru untuk melakukan sesuatu sehingga melanggar rambu jalan.

Hindari malam hari

Tidak disarankan mengendarai jarak jauh saat malam, sebagian besar kematian dan kecelakaan tahun lalu kontributornya dari pengendara motor. Perjalanan pada malam hari kontradiktif dengan waktu biologis juga pandang yang terbatas dan risiko kecelakaan lebih besar.***

Bagikan: