Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

IIMS 2019 Targetkan Transaksi Rp 4 Triliun

Asep Budiman
MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto membuka pameran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019.*/ASEP BUDIMAN/PR
MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto membuka pameran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019.*/ASEP BUDIMAN/PR

JAKARTA, (PR).- Pameran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 pada 25 April–5 Mei 2019 ditargetkan akan menarik pengunjung hingga 530.000 orang. Sebanyak 36 agen pemegang merek yang berpartisipasi diproyeksikan transaksinya mencapai lebih dari Rp 4 triliun selama 11 hari berlangsung.

Optimisme tersebut diungkapkan oleh Chief Commisioner of PT Dyandra Media International Lilik Oetama sebagai pihak penyelenggara. Pameran otomotif terbesar ini pun dibuka oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang mewakili Presiden Joko Widodo yang tidak bisa menghadiri.

Dalam pemaparannya, Lilik menyebutkan, lebih dari 36 merek kendaraan, baik mobil maupun motor, yang berpartisipasi pada IIMS 2019. Ditambah sekitar 30 perusahaan produk aftermarket dan aksesori lokal dan internasional yang dikolaborasikan dalam satu hal.

Dengan tagline “Your Infinite Automotive Experience", Lilik menekankan semangat digitalisasi pada pameran kali ini. Untuk itu, pihaknya menggandeng Telkomsel selaku provider telekomunikasi terbesar di Indonesia untuk mendukung digitalisasi otomotif.

Mobil otonom

Menperin Airlangga pun mengamini bahwa teknologi otomotif harus bersinergi dengan teknologi telekomunikasi. Pasalnya, arah pengembangan dunia otomotif menuju mobil otonom.

"Ini ajang tepat untuk memajukan ekosistem otomotif sekaligus sarana rekreasi masyarakat. Saatnya konvergensi teknologi telekomunikasi dengan otomotif," kata Airlangga pada saat membuka IIMS 2019, Kamis, 25 April 2019.

Secara perlahan, menurut dia, dunia otomotif akan mengarah ke kendaraan otonom. Sebelum itu, Indonesia akan mengadopsi kendaraan semiotonom yang didukung oleh telekomunikasi sebagai basis informasi, lalu lintas, dan lain-lain.

Airlangga menambahkan, industri otomotif menjadi salah satu andalan pendapatan Indonesia. Hal itu mengingat sejumlah kendaraan diproduksi di dalam negeri serta penjualan domestik dan ekspor yang terus meningkat.

"Kapasitas penjualan tahun 2018 sekitar 1,3 juta unit senilai 13,76 miliar dolar AS. Sementara ekspor 346.000 unit atau senilai
4,78 miliar dolar AS. Tentunya, diharapkan ekspor tahun ini menjadi 400.000 unit," ujarnya.

Tahun 2030, Airlangga menargetkan Indonesia menjadi basis produksi internal combustion engine. Sementara pada 2025, dia mengharapkan sekitar 20 persen kendaraan di Indonesia sudah electric vehicle (EV).

"Program ini bagian dari penurunan efek rumah kaca 29 persen sekaligus untuk kemandirian energi," ucapnya.***
 

Bagikan: