Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian cerah, 21 ° C

Memanaskan Mesin ­Memperpanjang Umur Aki

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

KENDARAAN dapat melaju lantaran adanya gaya dorong yang ­dihasilkan dari sistem ­kelistrikan dan pembakaran di mesin ­sehingga roda berputar. Apalagi, ­kendaraan-kendaraan ­terbaru memiliki sistem ­kelistrikan yang semakin­ ­canggih. Bahkan, ­pengembangan otomotif global ­mengarah ke produksi ­mobil listrik.

Rusyandi, Supervisor Bengkel Mobil Care di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, me­nyatakan, peran aki san­gat penting karena merupakan sumber utama suplai energi pada kendaraan. Terlebih, teknologi mobil terbaru sangat bergantung pada aki.

"Terutama mobil matik. Kalau matik, aki mati harus diganti. Kalau mobil transmisi manual, masih bisa didorong jika aki mati," ucapnya.

Salah satu pertimbangan menggunakan aki kering karena pemilik ken­daraan tidak perlu repot-repot melaku­kan perawatan aki, seperti harus mengisi cairan pada waktu-waktu tertentu. Namun, sebagian lain justru masih ada yang fanatik menggunakan aki biasa. Di pasaran pun, produk aki biasa masih ­melimpah.

Menurut Rusyandi, aki kering itu free maintenance sehingga lebih mudah ­perawatan. Secara harga, aki kering memang sedikit lebih mahal dibandingkan aki basah. Namun, jika aki kering soak, harus diganti dan tidak bisa dibetulkan.

Sementara aki basah, ungkap Rusyandi, perlu perawatan, misalnya pengecekan cairan. Jika cairannya kurang, harus ditambah.

"Pengecekan sebaiknya dua minggu sekali atau sebulan sekali. Lebih bagus, dalam 2-3 hari sekali dicek kalau mobil sering dipakai," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan pemanasan mobil minimal 15 menit dan sebaiknya mobil dibawa melaju. Apalagi, mobil dengan sistem rem anti-terkunci atau anti-lock braking system (ABS). Jika kendaraan jarang dipakai, pemanasan sebaiknya seminggu dua kali.

"Kalau pemanasan di tempat, mesin kan stationer (diam). Kalau lagi jalan, ada pembacaan di EFI, kendaraan ini lagi dipakai sehingga ECU nge-reset sendiri. Kalau mobil dulu, alternator aki ngisi terus. Kalau mobil sekarang, tergantung modelnya," ucapnya.

Pengaturan beban

Hal senada disampaikan Ade, mekanik salah satu bengkel di Antapani. Menurut dia, beberapa hal yang perlu diperhatikan agar fungsi aki bisa maksimal. 

Untuk aki basah, perhatikan ketinggian air aki. Cairan hitam di air aki meng­indikasikan kondisinya sudah jelek. Oleh sebab itu, disarankan pemanasan teratur dan pengaturan beban listrik, seperti ­audio yang berlebihan akan memper­pendek umur aki.

Bagi pengguna aki basah, selama ­kondisi elektrolit bagus, kondis aki normal dan masih bisa berjalan maksimal. Kalau pernah atau soak, kondisi elektrolit atau zat timahnya pasti sudah terkelupas, performanya juga tidak akan senormal ­sebelumnya.

Sementara Muslim Djamil, selaku Kepala Bengkel Auto2000 Bandung - Asia Afrika menerangkan, sebagai penyuplai sumber arus listrik pada motor atau mobil, aki akan berperan  untuk mengaktifkan komponen-komponen seperti lampu-lampu, sistem ECU atau engine control unit, motor starter, dan lain sebagainya. 

"Aki yang soak atau habis disebabkan kurang perawatan. Penyebabnya bisa karena air aki kurang namun tidak di­tambah, terminal aki longgar atau kot," ujarnya.

Penyebab lainnya, kendaraan tidak dinyalakan dalam jangka waktu yang lama dengan kondisi terminal aki terpasang, kendaraan jarang dipakai, sistem pengisian yang bermasalah atau tekor, overload pemakaian listrik yang ­berlebihan, misalnya ada tambahan ­aksesoris seperti lampu-lampu berdaya besar atau bisa juga power audio yang terpasang. 

Oleh karena itu, sebaiknya kendaraan dilakukan perawatan berkala di bengkel resmi karena aki menjadi bagian yang wajib diperiksa saat melakukan perawatan berkala. Bisa juga dilakukan pemeriksaan sendiri. Perawatan aki basah seperti pengecekan jumlah air aki di level full, kalau sudah berkurang ditambah pakai air aki, pengecekan kondisi terminal aki dari korosi atau kotor bersihkan dengan membilas pakai air panas lalu terminal dikencangkan serta diberi grease. 

Periksa juga kondisi bodi aki dari ke­bocoran, seperti kalau sudah ada bocor atau menggelembung sebaiknya diganti. Pada umumnya aki kendaraan bermotor ada tiga jenis, yakni  aki konvensional, ­hybrid, dan aki ­kering. 

Untuk aki kering perawatannya lebih ringan dibanding aki basah. Walaupun harganya lebih murah, aki basah perlu perawatan periodik (penambahan air aki). Sementara aki kering bisa dibilang free maintenance, tetapi harganya lebih ­mahal, bahkan bisa dua kali lipat harga aki basah.(Asep Budiman/­­”PR”, Didih ­Hudaya)*** 

Bagikan: