Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 20.4 ° C

Aki Motor Cepat Soak, Ini Penyebabnya

Asep Budiman
ILUTRASI aki motor.*/ALI PARMA/GRAFIS PR
ILUTRASI aki motor.*/ALI PARMA/GRAFIS PR

UNTUK beberapa sepeda motor, apabila aki soak, mesin tidak dapat dihidupkan. Ade Rohman, Asisten Manajer Technical Training PT Daya Adicipta Motora menyebutkan, penyebab aki motor gampang soak lantaran jarak pakai terlalu dekat dan jarang dipakai, contohnya hanya dikendarai seminggu sekali.

"Banyak menggunakan aksesori, beban kelistrikan tidak sesuai spesifikasi (berlebihan), juga usia baterai sudah tua, membuat aki gampang soak," kata Ade.

Dia melanjutkan, aki kering pada sepeda motor tidak memerlukan perawatan khusus. Yang penting beban kelistrikan tidak berlebihan, sistem pengisian aki dalam kondisi normal, dan rasio pengisian aki dengan penggunaan beban normal yang bisa dilihat dari rutinitas penggunaannya.

Selain itu, kata Ade, aki kering itu bebas perawatan dan penguapan cairan elektrolit sangat sedikit. Sementara aki basah memerlukan penambahan air aki setiap periode tertentu. Aki basah pun memerlukan pemeriksaan terminal aki dari kotoran. 

"Terdapat ventilasi pembuangan aki zuur (selang pembuangan tidak boleh terkena bagian frame karena bisa merusak dan membuat korosi," ucapnya.


Agung Sugihono, Instruktur Technical Training DAM menjelaskan, kelayakan aki sangat terpengaruh oleh beberapa hal, terutama perawatan khusus aki basah. Kemudian, rasio pengisian aki dengan penggunaan beban. Semakin besar beban sistem kelistrikan, akan mempercepat usia pakainya, apalagi jika rasio pengisian dan pemakaian arus listriknya tidak seimbang.

Sesuai spesifikasi

Baik aki kering maupun basah, ungkap Ade, tidak berpengaruh terhadap performa kendaraan. Justru, jika spesifikasi aki tidak tepat bisa menyebabkan aki cepat rusak. Sementara pemanasan kendaraan tidak terlalu berpengaruh dalam memperpanjang umur aki, kecuali kendaraan yang jarak pakainya dekat.

Untuk itu, Agung menyarankan konsumen menggunakan aki sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Tidak menggunakan aksesori kelistrikan yang membebani aki. Khusus aki basah, harus dilakukan perawaran terkait dengan pengisian cairan aki.

Kendati pengguna aki basah masih banyak, menurut Agung, tidak banyak yang melakukan pengisian cairan aki, kecuali beberapa kasus yang kondisi aki sudah kurang baik. Untuk Vario, jika kondisi aki sudah kurang baik, indikator aki akan menyala berwarna kuning. Jika aki sudah tidak bisa dipakai, indikator aki menyala merah.

Untuk aki bekas, kata Agung, sudah tidak bisa dimanfaatkan. Aki yang agak soak dan masih bisa disetrum, bisa dilakukan bersamaan ketika tune up dan tidak dikenai biaya di bengkel Honda. Kekuatannya tergantung dari kondisi aki. Jika sudah kurang baik, aki tidak mampu menyimpan listrik dengan baik.(Asep Budiman/PR)***

Bagikan: