Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Umumnya berawan, 26.7 ° C

IMI Jabar Punya Angan-angan Miliki Kampung Otomotif Terbesar se-Indonesia

Ririn Nur Febriani
PAPAN nama Kampung Adat Cireundeu, Cimahi.*/PRFM
PAPAN nama Kampung Adat Cireundeu, Cimahi.*/PRFM

CIMAHI, (PR).- Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Jawa Barat mengklaim tidak ada kerusakan ekosistem dalam kegiatan pembersihan lahan (land clearing) untuk rencana pembuatan sirkuit offroad di Gunung Pasir Panji Kel. Leuwigajah Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memetakan potensi pembuatan sirkuit tersebut.

"Kita harus bersihkan dulu lahan buat melihat potensi lapangan dan membuat feasibility study (FS). Jadi, sekarang belum dalam tahap pembangunan," ujar Kepala Bidang Olahraga Roda Empat IMI Jabar Fredy Rostiawan, Kamis 11 Maret 2019.

Menurut Fredy, lokasi tersebut dikenalkan oleh warga setempat agar dapat dikelola. Lahan milik PD Kebersihan Kota Bandung dengan luas sekitar 46 hektare.

"Kami masuk ke cireundeu justru awalnya dari undangan warga agar melihat potensi alam di Cireundeu dan itu terjadi tahun 2018. Pas dilihat pertama kondisinya masih ilalang, makanya dibersihkan agar terlihat kondisinya, tapi tidak ada pohon yang ditebang kecuali pisang karena tumbuh liar," jelasnya.

Pihaknya mengklaim tidak akan ada peralihan fungsi lahan yang signifikan di lahan tersebut. "Dampak negatif terhadap lingkungan sepertinya tidak ada ya, sirkuit offroad kan tidak ada pengerasan dan kontur yang ada tidak diubah karena itu justru tantangan bagi offroader. Sehingga, kalau ada hujan ya langsung diserap tanah. Paling wilayah paddock dan area parkir yang dilakukan pengerasan, itupun bisa kita siasati misal dengan pakai paving block," ucapnya.

Kandangnya pembalap

Freddy menyatakan, pihaknya menghadirkan otomotif di Cireundeu salah satu tujuannya untuk memajukan komunitas otomotif Jabar. "Kita tidak punya lahan padahal Jabar kandangnya pembalap. Menunggu janji pemimpin sampai sekarang hanya wacana, ini kebetulan ada lahan yang oleh pemiliknya PD Kebersihan dipersilahkan digarap dan masyarakat terbuka. Saya rasa kondisi seperti ini jarang terjadi, maka sudah sewajarnya jika didukung semua pihak," tuturnya. 

Apalagi, warga Cireundeu dulunya berbisnis sampah. "Dengan kehadiran sirkuit offroad disini bisa ada efek ekonomi buat masyarakat setempat. Kami punya angan-angan jadi kampung otomotif terbesar se-Indonesia," katanya.

Pihaknya juga bakal menempuh perizinan sesuai hasil FS. "Kami tidak mungkin membuat sirkuit tanpa izin lengkap. Setelah pembersihan lahan selesai, FS langsung berjalan sebagai dasar proposal kami ke PD Kebersihan," tandasnya.

Ketika dikonfirmasi, Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mengatakan pihaknya mengetahui adanya pembuatan track offroad di Gunung Pasir Panji di kawasan Kampung Adat Cireundeu. 

"Tahu, belum ngomong apa-apa tapi sudah bertemu. Lahan kita kan tidak ada yang diganggu, punya Kota Cimahi itu 11 hektar dan belum disentuh," ujarnya pada peresmian gedung SMPIT Nur Al Rahman Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata Kota Cimahi.

Meski belum ada pembicaraan dalam penggunaan lahan milik Pemkot Cimahi, Ajay mempersilakan IMI Jawa Barat untuk memulai pembuatan track offroad. "Ngecek langsung ke lapanganan belum, baru lewat waktu ada acara di Cireundeu," katanya.

Lokasi pembuatan track offroad itu berada di dekat TPA Leuwigajah yang mengalami musibah longsor tahun 2005 lalu. Serta berseberangan dengan proyek perumahan di Cireundeu di Gunung Gajah Langu yang semakin gundul. 

"Selama itu tidak merusak lingkungan yang ada, selama manfaatnya ada ya kita persilahkan karena kan track offroad paling jalannnya aja. Daripada terbengkalai begitu. Karena itu pasti ada efek benefitnya buat masyarakat ketika itu jadi," ungkap Ajay.***

Bagikan: