Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Cerah, 17.3 ° C

Pasar Daihatsu di Jabar Diproyeksi Naik 20 Persen pada 2019

Asep Budiman
DAIHATSU Xenia.*/ASEP BUDIMAN/PR
DAIHATSU Xenia.*/ASEP BUDIMAN/PR

BANDUNG, (PR).- Daihatsu memproyeksikan market mobil Daihatsu di Jawa Barat akan meningkat 20 persen tahun ini dibandingkan dengan tahun 2019. Untuk menggerakkan market, Daihatsu Jabar memfasilitasi konsumen yang akan menukarkan mobil lamanya dengan mobil baru Daihatsu.

West Java Regional Head of PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Kroda Kalantara mengatakan, market mobil di Jawa Barat tahun ini mengalami penurunan sekitar 5 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Perlambatan market tersebut dipengaruhi banyak hal, antara lain Pemilu Presiden 2019.

"Untuk itu, Daihatsu berusaha men-drive (mendorong) market dengan memfasilitasi tukar tambah. Kami berupaya menaikkan market otomotif karena efek dominonya bagus bagi masyarakat Jabar," ucap di sela-sela Daihatsu Festival and Trade In Day, Minggu, 7 April 2019.

Dia menyebutkan, rerata penjualan di Bandung sebanyak 1.554 unit pada Februari 2018. Pada periode yang sama tahun ini, penjualan mengalami penurunan sekitar 5 persen atau sebesar 4.885 unit.

Menurut dia, program tukar tambah ini juga seiring dengan peningkatan market mobil bekas. Tak ingin kehilangan momentum, Daihatsu mempersilakan konsumen untuk menukarkan mobil lamanya dlari merek lain.

"Alasan naiknya market mobil bekas, maka kami memfasilitasi tukar tambah. Dengan acara ini kami memberikan kesempatan kepada konsumen untuk upgrade dari yang lebih rendah ke yang lebih tinggi," kata Kroda.

Kroda menjabarkan, tahun 2017 jumlah tukar tambah rerata 94 unit per bulan, sedangkan tahun 2018 menjadi rerata 129 unit per bulan. Komposisinya terdiri atas mobil komersial (pikap) 15,1 persen, sedangkan sisanya mobil penumpang 84,9 persen. Lebih rinci, komposisi mobil penumpang meliputi Ayla dan Sigra sebesar 41,5 persen, Xenia 31 persen, dan Terios 27,5 persen.

"Awal tahun ini di Januari masih rendah baru di angka 30-an. Program trade in tahun 2017 menyumbang 8 persen, sedangkan tahun 2018 naik jadi 10 persen. Untuk trade in, kami kerja sama dengan showroom mobil bekas," ujarnya.
 

Naik 15-20 persen jelang lebaran

Kepala Cabang Mobil 88 Bandung Dicky Dereza Deristian mengestimasi kenaikan penjualan mobil bekas sekitar 15-20 persen menjelang lebaran. Meskipun dia mengakui permintaan pasar pada awal tahun belum begitu menggembirakan. "Saat ini belum kelihatan karena ada pilpres. Tapi, melihat kebutuhan pasti akan naik (setelah pilpres)," ucapnya.

Dicky menilai, kondisi pasar pada 2017 relatif lebih baik dibandingkan dengan tahun setelahnya. Pada 2017, market cenderung stabil, market sangat terbuka luas, dan market belum terlalu jenuh seperti tahun 2018. 

"Awal tahun alami penurunan, masyarakat masih wait and see berbagai agenda tahun ini. Tapi terlihat ada peningkatan di mobil 88, minat mulai meningkat.
Mobil 88 dan Daihatsu berusaha menstimulus lagi market yang ada," ujar Dicky.

Ketimbang tahun 2018, Dicky menyatakan memang awal tahun 2019 mengalami perlambatan. Kondisi market selanjutnya baru bisa terlihat setelah puncak market pada bulan akhir April dan awal Mei menjelang Lebaran.

Mobil bekas dicari

Dicky menyatakan, pihaknya sangat mendukung program tukar tambah Daihatsu. Program ini memberikan kesempatan konsumen memperoleh mobil baru Daihatsu. Sebaliknya, Mobil 88 juga mendapat stok mobil bekas untuk dijual kembali sehingga kemungkinan mobil bekas dihargai tinggi.

"Program trade in Daihatsu meningkatkan mobil baru, tapi bagi showroom adalah saat mencari barang untuk dijual kembali. Simbiosis ini akan menguntungkan kedua pihak. Ini saat yang tepat karena showroom mobil bekas lagi butuh barang," ujarnya.

Dicky mengungkapkan, Mobil 88 tidak membatasi usia kendaraan, tetapi pihaknya fokus pada mobil bekas yang berusia tidak lebih dari tujuh tahun atau keluaran tahun 2012. Selain menerima mobil bekas, Mobil 88 pun menerima tukar tambah mobil yang masih dalam proses kredit.

Sementara itu, Dicky mengemukakan sejumlah karakter pembeli mobil bekas di showroom Mobil 88. Kebanyakan pembeli mobil bekas adalah konsumen yang ingin meng-upgrade dari sepeda motor ke mobil sekitar 60 persen. "Ada juga yang ingin meremajakan mobil lamanya ke mobil yang lebih muda tahunnya," tuturnya.***

Bagikan: