Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 30.5 ° C

Dieng Ride, Menyaksikan Sunrise di Puncak Sikunir

Tim Pikiran Rakyat
PUNCAK Sikunir di kawasan Dieng menjadi daya tarik bagi para wisatawan.*/NABIL ISMAIL
PUNCAK Sikunir di kawasan Dieng menjadi daya tarik bagi para wisatawan.*/NABIL ISMAIL

BERBEDA dengan touring sebelumnya, kali ini komunitas momotoran Mang ohle (kommo) untuk pertama kalinya melakukan perjalanan lintas provinsi dengan tujuan Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Ketua Dieng Ride Dedi Pechu mengatakan kali ini kami mencari tantangan yang berbeda, Selain menguji adrenaline Dieng menjanjikan pemandangan alam yang indah, serta kearifan lokal yang kuat.

Diikuti 23 peserta dengan berbagai jenis sepeda motor ditambah 1 mobil barang, Touring dimulai hari Kamis 7 Maret 2019 dari kantor Pikiran Rakyat jalan Asia Afrika 77 yang dilepas langsung oleh Direktur utama Pikiran Rakyat Bapak H. Perdana Alamsyah. Perdana mengatakan, perjalan lintas provinsi tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan tali silaturahmi. Bukan sekadar menikmati perjalanan, tapi juga menebar kepedulian sosial.

Setelah berdoa bersama perjalanan touring dimulai pukul 07.00 yang dipimpin langsung oleh ketua Dieng Ride Dedi Pechu. Para Rider touring langsung tancap gas memacu sepeda motornya di tengah cuaca yang mendung. Awal perjalanan cukup lancar tidak menemui hambatan hanya sedikit tersendat saat memasuki pasar limbangan Garut. 

Setelah itu perjalanan kembali lancar, para rider melahap setiap medan berbagai tipe sampai akhirnya tiba di perbatasan provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kemudian beristirahat sambil makan siang di sebuah rumah makan yang lokasinya dekat dengan tugu perbatasan provinsi. 

Perjalanan kembali dilanjutkan saat melintasi daerah Majenang medan jalan terus berkelok panjang yang membuat para rider sesekali melakukan aksi "cornering". Saat sedang asik memacu sepeda motor insiden kecil terjadi, salah satu sepeda motor peserta touring pecah ban di daerah Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Dedi Pechu langsung memerintahkan para rider untuk berhenti sejenak sambil menunggu proses menambal ban selesai. 

Jalan bercabang

Perjalanan dilanjutkan di tengah cuaca yang terik. Para rider touring terlihat sangat menikmati perjalanan sampai tak terasa kami sudah berada di Kota Purwokerto. Jalanan kota yang banyak bercabang membuat kami sedikit kebingungan. Dengan mengandalkan aplikasi maps perlahan tapi pasti kami menemukan jalan yang benar melintasi Kabupaten Purbalingga, kemudian beristiahat sambil menunaikan salat Maghrib di salah satu pom bensin di daerah Kabupaten Banjarnegera. 

Hari berubah gelap, hujan gerimis mulai turun namun tak sedikit pun menyurutkan semangat para rider. Malahan para rider touring semakin bersemangat memacu sepeda motornya karena tujuan kami Dieng sudah semakin dekat. Sepeda motor terus dipacu melintasi Kabupaten Wonsobo lalu berbelok ke arah utara menuju Dieng. Dimulai dari sini medan jalan terus menanjak dan berkelok tajam. Para rider touring semakin bersemangat sampai akhirnya tiba di gapura kawasan Dieng Plateau. 

Ketua Dieng Ride Dedi pechu mengajak para rider touring untuk memarkirkan sepeda motornya untuk kemudian berfoto di gapura bertuliskan Dieng Plateau. Wajah para rider touring terlihat sumringah. “Alhamdulillah kita sudah sampai di Dieng,” ujar Agus Abrag salah satu peserta touring. Setelah puas berfoto perjalanan dilanjutkan menuju kemping area di Telaga Cebong, Desa Sembungan, Dieng. Sesampainya di area kemping kami segera mendirikan tenda kemudian beristirahat setelah kelelahan melakukan perjalanan sekitar 360km dengan waktu tempuh 14 jam. 

Esok harinya Jumat 8 Maret 2019 aktivitas pertama yang dilakukan peserta touring adalah berburu sunrise di bukit sikunir. Sayang saat itu langit sedang mendung sehingga matahari tidak menampakan keindahannya. Siang hari para peserta touring melaksanakan salat Jumat di sebuah masjid dilanjutkan dengan bakti sosial. Bakti sosial dilaksanakan di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 2306 meter di atas permukaan laut. 

Diwakili ketua Dieng Ride Dedi Pechu pembagian Sumbangan Bakti sosial berupa goody bag (kantong kain)  yang berisi baju dan topi layak pakai. Terlihat warga sangat antusias berebut mengambil goody bag yang disimpan di dalam karung. Dedi Pechu mengatakan setiap touring kommo selalu dibarengi dengan kegiatan bakti sosial, kali ini nuansanya sedikit berbeda karena dilakukan di desa tertinggi di pulau Jawa. 

Candi Arjuno

Setelah pembagian bakti sosial selesai acara dilanjutkan dengan makan siang bersama di kemping area. Kemudian acara dilanjutkan dengan menjelajah destinasi wisata di Dieng. Destinasi wisata pertama yang dikunjungi adalah Candi Arjuno yang merupakan sebuah bangunan candi Hindu yang terletak di dataran tinggi Dieng. Ditengah terik matahari para peserta touring terlihat bergembira berfoto bersama menikmati suasana candi yang dikelilingi bukit-bukit nan indah.

Seperti dilaporkan Nabil Ismail, setelah puas para peserta touring memacu sepeda motornya ke destinasi berikutnya yaitu kawah Sikidang. Kawah yang paling dikenal di Dieng ini merupakan satu dari beberapa kawah yang akses nya mudah dicapai dan dinikmati karena terletak di tanah datar. Kepulan asap yang keluar dari kawah menjadi daya tarik yang cukup indah dipandang. 

Para peserta touring terlihat antusias menikmati dan berfoto dengan objek keindahan Kawah Sikidang. Bau belerangnya yang menyengat membuat para peserta touring tidak bisa berlama lama di sini, Selesai menjelah Dieng kami bergegas kembali ke kemping area di Telaga Cebong untuk beristirahat karena hari sudah semakin sore. Waktu malam hari dihabiskan dengan acara bebas.

Para peserta touring berkumpul sambil bercengkrama di depan api unggun sebari menghangatkan badan karena dinginnya suhu di Dieng malam itu. Setelah makan malam
bersama satu persatu peserta touring mulai masuk ke tenda untuk beristirahat.

Sabtu 9 Maret 2019 sekitar jam 5 pagi sebagian dari peserta touring kembali naik ke puncak Sikunir untuk menyaksikan Sunrise. Berbeda dengan pagi sebelumnya kali ini matahari memancarkan pesona keindahannya. Bukit Sikunir merupakan salah satu tempat terbaik di Dieng untuk menyaksikan sunrise. Saat para rider sampai di puncak terlihat di arah timur langit nya menguning, matahari perlahan terlihat dibalik gagahnya gunung Sindoro. Para peserta touring dibuat takjub oleh keindahan alam saat-saat matahari terbit dari puncak Sikunir. Tak salah kalau warga setempat mengklaim sunrise di Sikunir adalah yang terbaik di Asia Tenggara.

Setelah cukup puas para rider bergegas turun kembali ke kemping area. Peserta yang tidak ikut ke puncak Sikunir terlihat sudah menunggu. kemudian membereskan tenda dan barang-barang lainnya untuk persiapan perjalanan kembali ke Bandung. Setelah para peserta sudah siap dilanjutkan dengan berdoa perjalanan pulang ke Bandung dimulai jam 8 pagi. Menempuh rute yang sama saat pergi selama perjalanan hampir tidak menemui kendala. Hanya saat memasuki Tasikmalaya hujan turun yang membuat para rider memacu sepeda motor di tengah guyuran hujan yang cukup deras. Sekitar jam 9 malam para peserta touring sampai di bunderan Cibiru, dari sini para peserta touring berpisah untuk pulang menuju rumah masing-masing.***

Bagikan: