Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Tanpa Penyegaran, Toyota Innova Masih Diminati

Fani Ferdiansyah
TOYOTA Kijang Innova.*/net
TOYOTA Kijang Innova.*/net

JAKARTA, (PR).- Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandi, mengatakan bahwa penjualan Toyota Kijang Innova masih tergolong cukup baik dan masih mencapai target. Anton mengungkapkan, baiknya penjualan Toyota Kijang Innova tetap bertahan, meskipun belum ada penyegaran besar-besaran untuk model ini.

"So far masih cukup bagus dengan target kita 5.000-an (unit) dan saya rasa itu tercapai, Februari kemarin 5.000 unit terjual Januari. Saya kira sama penjualannya tidak banyak berubah," kata Anton Jimmi Suwandi, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu 6 Maret 2019.

Meskipun sudah ada Innova 2019, namun model Toyota Kijang Innova belum mendapatkan penyegaran besar-besaran seperti halnya model di segmen di bawahnya, yakni Avanza. "Untuk pertanyaan ini saya belum bisa berkomentar lebih, jika memang nantinya ada akan kami informasikan kembali," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak dari Toyota Astra Motor masih mempelajari dan mempertimbangkan permintaan dan minat dari konsumen setianya sebelum melakukan penyegaran besar pada Kijang Innova. "Pastinya masukan banyak dari sisi konsumen dan kita akan terus pelajari keinginan dan kebutuhan dari konsumen kita, serta dari rekan wartawan juga akan kita tampung semuanya," ucapnya.

Jimmi Suwandi juga mengatakan bahwa konsumen membeli Kijang Innova karena pertimbangan fitur, ukuran, dan purna jualnya. Menurutnya, berbagai macam hal tersebut yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini.

"Segmen dari Innova tidak hanya dari masalah fitur yah, karena kebanyakan alasan mereka membeli Innova lebih ke arah packaging, size kemudian comfort lalu dari after sale-nya juga, jadi kalau ingin ada penyegaran kita harus pertimbangkan total," ucapnya.

Dari kedua tipe mesin yang ditawarkan, kata dia, keduanya mempunyai kedudukan yang sama di pasar dalam hal penjualan. "Dari 5.000 (unit) itu sama, penjualannya bensin dan diesel, karena setiap konsumen punya segmennya sendiri. Jadi konsumen yang diesel mempunyai alasanya dengan ketangguhan dari mesin diesel dan torsi, sedangkan dengan bensin mereka juga mempunyai pertimbangan sendiri dengan kelebihan dari bahan bakar itu sendiri," tuturnya.***

Bagikan: